
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas melonjak lebih dari 1% menjadi US$4.373,87 per ons pada perdagangan Rabu (2/9) setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 7 Agustus. Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga naik 0,6% ke US$4.423,90.
Pemulihan terjadi setelah imbal hasil Treasury AS turun dari level tertinggi hampir tiga tahun. Dolar AS juga mundur dari puncak hampir tiga pekan, sehingga mengurangi tekanan terhadap emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut.
Data ADP menunjukkan perusahaan swasta AS hanya menambah 38 ribu pekerjaan pada Agustus, di bawah perkiraan pasar. Namun, laporan tersebut tidak banyak menggerakkan emas karena investor memilih menunggu data Nonfarm Payrolls pada Jumat.
Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 64% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga bulan ini. Presiden The Fed New York John Williams menilai kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang mencerminkan ekonomi yang solid dan bukan semata-mata kekhawatiran inflasi.
Menurut analisis Newsmaker, rebound emas dapat berlanjut apabila dolar dan imbal hasil obligasi terus melemah. Namun, NFP yang kuat berpotensi kembali mengangkat ekspektasi kenaikan bunga dan menekan emas, sedangkan laporan yang lemah dapat membuka ruang kenaikan lebih lanjut.(yds)
Sumber: Newsmaker.id