
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Wall Street melemah pada perdagangan pertama September akibat kekhawatiran inflasi dan kenaikan imbal hasil obligasi. Dow Jones turun 412 poin atau 0,8%, S&P 500 melemah 0,7%, sedangkan Nasdaq Composite kehilangan 0,9%.
Harga minyak melonjak setelah pasukan Amerika Serikat kembali menyerang target Garda Revolusi Iran. WTI naik sekitar 4% hingga menembus US$89 per barel, sementara Brent menguat dengan persentase serupa ke atas US$93 per barel.
Ketegangan semakin tinggi setelah sebuah tanker di Selat Hormuz dilaporkan terkena tiga proyektil tak dikenal. Presiden Donald Trump juga mengancam akan memberikan respons keras terhadap serangan Iran ke pangkalan militer AS, meningkatkan risiko gangguan energi berkepanjangan.
Imbal hasil obligasi global ikut melonjak karena pasar khawatir minyak mahal akan menjaga inflasi tetap tinggi. Yield Treasury AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak Januari 2025, sementara yield Jepang menyentuh level tertinggi sejak 1996. Investor kini menunggu laporan NFP Agustus untuk menilai peluang kenaikan suku bunga The Fed.
Analisa Newsmaker : Wall Street berpotensi tetap tertekan apabila harga minyak dan yield terus naik. Saham teknologi serta perusahaan sensitif terhadap bunga menjadi yang paling rentan, sementara sektor energi dapat memperoleh keuntungan. Kondisi tersebut berpeluang menopang dolar dan menekan emas, meskipun ketegangan geopolitik dapat membatasi penurunan logam mulia. (arl)
Sumber: Newsmaker.id