
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 merosot 2,5% ke bawah level 64.600 pada perdagangan Rabu (02/09), menyentuh posisi terendah dalam empat pekan. Indeks Topix juga turun 1,6% ke level 4.115 karena lonjakan imbal hasil obligasi dan harga minyak menekan pasar saham Jepang.
Harga minyak melanjutkan kenaikan untuk sesi ketiga akibat meningkatnya serangan antara Amerika Serikat dan Iran. Eskalasi tersebut memperbesar risiko gangguan pasokan energi sekaligus memicu kekhawatiran bahwa inflasi global akan kembali meningkat.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun mencapai 3% untuk pertama kalinya sejak 1996. Kenaikan tersebut turut dipicu oleh menguatnya ekspektasi bahwa Bank of Japan akan menaikkan suku bunga pada bulan ini untuk meredam tekanan inflasi.
Saham teknologi dan kecerdasan buatan memimpin penurunan. Tokyo Electron serta SoftBank Group masing-masing anjlok 4,6%, Advantest turun 2,3%, Fujikura melemah 1,4%, dan Kioxia Holdings kehilangan 1,1%. Saham keuangan, konsumen, dan industri juga mencatat penurunan tajam.
Nikkei berpotensi tetap tertekan apabila harga minyak dan imbal hasil obligasi terus meningkat. Ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ dapat memberikan dukungan kepada yen, tetapi pada saat yang sama berisiko menekan valuasi saham teknologi dan meningkatkan biaya pendanaan perusahaan.