
Trending

hang-seng
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Hang Seng turun 0,8% atau sekitar 210 poin ke level 25.105 pada perdagangan Rabu (02/09). Penurunan selama tiga sesi beruntun membawa indeks acuan Hong Kong tersebut menyentuh posisi terendah dalam lima pekan.
Tekanan muncul setelah serangan udara terbaru Amerika Serikat terhadap Iran dibalas dengan serangan dari Teheran. Eskalasi tersebut memperbesar kekhawatiran terhadap gangguan pasokan melalui Selat Hormuz, mendorong Brent menembus US$95 dan WTI melampaui US$91 per barel.
Lonjakan harga energi kembali memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun mencapai 4,798%. Penguatan dolar serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed turut menekan saham teknologi dan perusahaan Hong Kong yang sensitif terhadap biaya pinjaman.
Saham Shein turun 0,45% menjadi HK$48,28 pada hari kedua perdagangannya setelah sempat anjlok 10% saat debut. Tekanan juga terlihat pada Z.AI yang merosot 6%, Cathay Pacific 5%, Tencent 1,3%, Lenovo 1,2%, dan MiniMax 1,1%.
Hang Seng masih berisiko melanjutkan pelemahan apabila konflik AS–Iran, harga minyak, dan imbal hasil obligasi terus meningkat. Sebaliknya, meredanya ketegangan di Hormuz dan turunnya biaya energi dapat membuka peluang pemulihan bagi saham teknologi serta sektor sensitif suku bunga.