
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa Eropa ditutup turun tajam untuk sesi kedua pada perdagangan Selasa (1/9). Euro STOXX 50 melemah 0,9% menjadi 6.365, STOXX Europe 600 turun 0,6% ke 647, sedangkan FTSE 100 kehilangan 0,4%.
Pertukaran serangan baru antara Amerika Serikat dan Iran memperpanjang risiko terganggunya ekspor energi dari Teluk Persia. Brent yang menembus US$92 per barel meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan memperkuat kemungkinan Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga bulan ini.
Saham teknologi dan industri memimpin pelemahan. SAP, Prosus, dan Adyen turun antara 2,6% hingga 4%, sedangkan Siemens, Schneider Electric, serta Rheinmetall melemah sekitar 2,5%. Novartis melawan tren dengan melonjak 6,3% setelah obat eksperimental multiple sclerosis berhasil dalam dua uji tahap akhir.
Di London, saham pertambangan tertekan oleh penurunan emas dan perak. Endeavour dan Fresnillo merosot lebih dari 5%, sementara Rolls-Royce kehilangan lebih dari 4%. Sebaliknya, saham energi menguat seiring lonjakan minyak, dengan Shell naik 2,6% dan BP melesat 5,7%. Inflasi harga toko Inggris juga meningkat ke level tertinggi dalam dua tahun sebesar 1,5%.
Analisis Newsmaker: minyak mahal menjadi pedang bermata dua bagi pasar Eropa. Saham energi memperoleh dukungan, tetapi kenaikan biaya bahan bakar dapat menekan margin perusahaan, memperlambat ekonomi, dan mendorong ECB serta Bank of England mempertahankan kebijakan ketat. Jika konflik AS–Iran terus berlanjut, tekanan terhadap saham teknologi, industri, pertambangan, dan konsumen berpotensi membesar. (arl)
Sumber: Newsmaker.id