
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Senin (31/8), mengakhiri bulan yang penuh volatilitas karena lonjakan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi dan memperbesar ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Berdasarkan data penutupan awal, S&P 500 turun 0,36% ke 7.684,37, Nasdaq Composite melemah 0,16% ke 26.360,91, sementara Dow Jones turun 0,71% ke 53.179,77.
Tekanan terhadap Wall Street meningkat setelah harga minyak melonjak menyusul kembali memanasnya konflik Amerika Serikat dan Iran. Brent sempat diperdagangkan di atas US$90 per barel, sementara WTI berada di sekitar US$85, setelah kedua negara kembali bertukar serangan. Lonjakan energi meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat kembali meluas ke perekonomian AS.
Sentimen pasar juga masih dipengaruhi komentar hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September mencapai sekitar 65,9%, meningkat tajam dibandingkan sebelum pidato Warsh. Yield Treasury AS ikut naik, dengan yield 10 tahun bergerak di sekitar 4,76%, menambah tekanan terhadap valuasi saham.
Meski indeks utama melemah, sektor energi menjadi salah satu pengecualian. Kenaikan harga minyak mendorong saham Halliburton naik sekitar 1,9% dan Valero Energy bertambah 1,2%. Sebaliknya, sektor utilitas menjadi salah satu kelompok terlemah, dengan PG&E merosot sekitar 18% akibat kekhawatiran mengenai risiko kewajiban kebakaran hutan di California.
Saham semikonduktor relatif lebih tahan terhadap tekanan pasar. Nvidia naik sekitar 0,9%, Sandisk menguat 1,2%, dan Qualcomm melonjak sekitar 3,4%. Pergerakan tersebut menunjukkan tema investasi kecerdasan buatan masih memberikan dukungan terhadap sebagian saham teknologi meski sentimen risk-off meningkat.
Sementara itu, saham GameStop naik setelah perusahaan memilih menggunakan kas untuk membayar sekitar 27% dari pertukaran utang senilai US$1,4 miliar yang sebelumnya diumumkan. Langkah tersebut mengurangi kebutuhan penerbitan saham baru dan meredakan kekhawatiran investor terhadap dilusi kepemilikan.
Terlepas dari tekanan pada sesi terakhir Agustus, ketiga indeks utama AS masih mencatatkan kenaikan bulanan. Nasdaq menjadi indeks dengan performa terbaik karena minat terhadap saham berbasis AI masih bertahan, sedangkan Dow mencatat kenaikan bulanan kelima secara berturut-turut.
Analisis Newsmaker: tekanan terhadap Wall Street saat ini berasal dari kombinasi yang kurang menguntungkan bagi saham, yakni minyak yang kembali naik, inflasi yang berisiko bertahan tinggi, yield Treasury yang meningkat, serta peluang rate hike Fed yang semakin besar. Selama harga energi tetap tinggi dan ekspektasi kebijakan moneter ketat bertahan, sektor saham yang sensitif terhadap suku bunga berpotensi tetap tertekan. Fokus investor selanjutnya beralih ke data tenaga kerja AS pekan ini untuk menilai apakah ekonomi cukup kuat bagi The Fed untuk benar-benar menaikkan suku bunga pada September. (arl)
Sumber : Newsmaker.id