
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Indeks saham Amerika Serikat melemah pada perdagangan Senin (31/8), seiring kenaikan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi ini juga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih terus menaikkan suku bunga.
S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing turun 0,3%, sementara Dow Jones melemah lebih dari 0,5%. Tekanan terjadi setelah harga minyak dan produk turunnya kembali menguat akibat serangan baru antara Amerika Serikat dan Iran.
Peningkatan minyak memperluas kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan dari kawasan Teluk Persia. Situasi ini terjadi setelah AS dan Iran sama-sama memberi sinyal blokade terhadap kapal tanker dan di kawasan tersebut, sehingga ekspor energi dari wilayah itu masih terganggu.
Imbal hasil obligasi AS ikut naik di sepanjang kurva, membuat sektor yang sensitif terhadap kredit berada di bawah tekanan. Saham teknologi besar seperti Microsoft, Alphabet, dan Amazon masing-masing turun lebih dari 1%.
Tekanan juga terlihat pada saham perbankan dan penyedia kredit. Citi, Morgan Stanley, dan American Express melemah sekitar 1%, sementara Nvidia bergerak datar setelah mengumumkan kepemilikan senilai US$3,5 miliar di MediaTek untuk memperluas eksposur pada produksi chip global dan infrastruktur AI.
Analisis Newsmaker: Koreksi Wall Street menunjukkan investor mulai berhati-hati terhadap kombinasi kenaikan minyak, imbal hasil yang lebih tinggi, dan peluang pengetatan The Fed. Jika harga minyak terus menguat, risiko inflasi dapat kembali menekan saham teknologi dan sektor kredit. Namun secara bulanan, sentimen pasar masih cukup positif karena S&P 500 naik 2,5% pada Agustus, Nasdaq 100 menguat 3,8%, dan Dow menguat 1,4%. (asd)
Sumber: Newsmaker.id