
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Senin (31/8) setelah lonjakan harga minyak memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama dan mendorong European Central Bank (ECB) kembali menaikkan suku bunga. Indeks Euro STOXX 50 turun 0,9% ke 5.426, sementara STOXX Europe 600 melemah 0,6% ke 651.
Tekanan pasar meningkat setelah Amerika Serikat dan Iran kembali bertukar serangan, yang mendorong harga minyak naik tajam. Kenaikan harga energi menjadi perhatian utama karena inflasi di Jerman, Spanyol, dan Prancis kembali meningkat pada Agustus, sehingga pasar mulai memperhitungkan risiko kebijakan moneter ECB yang lebih ketat.
Saham-saham yang terkait dengan infrastruktur kecerdasan buatan mencatat tekanan besar menjelang laporan keuangan Broadcom dan Palo Alto Networks pekan ini. ASML turun 2,9%, sementara Siemens Energy merosot 5%, mempertahankan volatilitas tinggi pada sektor teknologi dan AI.
Sektor industri juga berada di bawah tekanan. Saham Airbus, Schneider Electric, dan Rheinmetall turun antara sekitar 2,75% hingga 4% karena investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di tengah kenaikan harga energi dan kekhawatiran suku bunga.
Meski melemah pada sesi Senin, kinerja Agustus tetap positif. Euro STOXX 50 naik sekitar 1% sepanjang bulan, sedangkan STOXX Europe 600 bertambah sekitar 0,3%. Kinerja indeks kawasan tertahan oleh eksposur yang lebih besar terhadap saham pertambangan Inggris dan perusahaan farmasi.
Analisis Newsmaker: kenaikan harga minyak kini menjadi risiko utama bagi saham Eropa karena dapat kembali mengangkat inflasi sekaligus memperkuat peluang kenaikan suku bunga ECB. Selama konflik AS–Iran tetap memanas dan harga energi bertahan tinggi, tekanan terhadap sektor teknologi, industri, serta saham sensitif terhadap suku bunga berpotensi berlanjut. (arl)
Sumber : Newsmaker.id