
Trending

eurusd
Sumber: Newsmaker.id
Euro bergerak menguat tipis terhadap dolar AS pada perdagangan Amerika, Senin (31/8). EUR/USD berada di sekitar 1,1595, naik sekitar 0,11% pada hari itu, saat dolar AS kesulitan melanjutkan penguatan setelah reli pada Jumat.
Dolar AS sebelumnya naik sekitar 0,55% setelah pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di simposium Jackson Hole dinilai hawkish. Warsh menegaskan target inflasi 2% tetap menjadi komitmen kuat The Fed dan bank sentral masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan jika inflasi inti belum bergerak cukup jelas menuju target.
Indeks Dolar AS atau DXY bergerak di sekitar 99,55, setelah sempat menyentuh 99,72, level tertinggi sejak 14 Agustus. Yield Treasury AS tenor 10 tahun juga naik ke sekitar 4,75%, level tertinggi sejak Januari 2025, sehingga tetap memberi dukungan bagi greenback.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sekitar 61%, naik dari 38% sebelum pidato Warsh. Ekspektasi ini membuat ruang penguatan euro masih terbatas meskipun dolar mulai kehilangan momentum jangka pendek.
Dari sisi Eropa, data awal inflasi Jerman yang lebih rendah dari perkiraan belum banyak mengubah pandangan pasar terhadap arah kebijakan European Central Bank. Pasar swap hampir sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 basis poin ke 2,50% pada pertemuan September.
Analisis Newsmaker: EUR/USD masih bergerak dalam fase rebound terbatas karena dukungan dari ekspektasi kenaikan suku bunga ECB belum cukup kuat untuk mengalahkan sentimen hawkish The Fed. Selama DXY bertahan di area 99,50 dan yield AS tetap tinggi, kenaikan euro berpotensi tertahan di bawah area 1,1650. Fokus utama pekan ini tertuju pada data inflasi Zona Euro dan laporan Nonfarm Payrolls AS; jika NFP kuat, dolar berpeluang kembali menguat, tetapi jika data tenaga kerja melemah, EUR/USD bisa mendapat ruang pemulihan menuju 1,1650–1,1700. (asd)
Sumber: Newsmaker.id