
Trending

eurusd
Sumber: Newsmaker.id
Newsmaker – Euro bergerak relatif stabil terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (8/9), dengan pasangan EUR/USD berada di sekitar 1,1625 pada awal sesi Eropa. Pergerakan terbatas mencerminkan sikap hati-hati investor menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat dan keputusan suku bunga European Central Bank (ECB) pekan ini.
Dari Amerika Serikat, laporan tenaga kerja yang kuat masih memberikan dukungan terhadap dolar. Ekonomi AS menambah 162.000 pekerjaan pada Agustus, jauh di atas perkiraan 56.000, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%. Data tersebut mendorong pasar memperkirakan peluang hampir 60% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September.
Fokus pasar selanjutnya beralih ke data Producer Price Index (PPI) dan Consumer Price Index (CPI) AS. Inflasi Agustus diperkirakan menunjukkan sedikit percepatan bulanan akibat tekanan harga energi global. Jika inflasi keluar lebih tinggi dari perkiraan, dolar berpotensi menguat dan menekan EUR/USD. Sebaliknya, inflasi yang lebih lunak dapat melemahkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan memberikan dukungan tambahan bagi euro.
Di kawasan Eropa, ECB diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Kamis, membawa suku bunga deposito dari 2,25% menjadi 2,50%. Deutsche Bank bahkan memperkirakan ECB dapat kembali menaikkan suku bunga pada Desember karena tekanan inflasi, terutama dari kenaikan harga energi, masih menjadi perhatian.
Secara teknikal, EUR/USD masih mempertahankan bias positif selama bertahan di atas area 1,1615 dan moving average 100 hari di sekitar 1,1560. Resistance terdekat berada di sekitar 1,1710. Untuk sementara, arah euro masih sangat bergantung pada kombinasi keputusan ECB dan data inflasi AS. ECB yang lebih hawkish disertai inflasi AS yang lebih lunak berpotensi mendorong EUR/USD naik, sementara CPI AS yang panas dapat kembali memberikan keunggulan bagi dolar.(CP)