
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin kembali bergerak melemah pada perdagangan Selasa (8/9), memperpanjang koreksi setelah gagal mempertahankan reli ke atas US$82.000 pekan lalu. Berdasarkan data terbaru Investing.com, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$78.802, turun sekitar 1,16%, setelah bergerak dalam rentang US$78.738 hingga US$79.475. Pelemahan membuat aset kripto terbesar dunia tetap berada di bawah level psikologis US$80.000.
Tekanan utama masih datang dari ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat. Data Non-Farm Payrolls Agustus yang menunjukkan penambahan 162.000 pekerjaan membuat pasar kembali meningkatkan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan ini. Pelaku pasar memperkirakan kemungkinan kenaikan bunga berada di kisaran 58%–60%, sementara yield Treasury AS 10 tahun tetap tinggi. Kondisi suku bunga tinggi cenderung mengurangi daya tarik Bitcoin dan aset spekulatif karena investor memiliki alternatif aset berimbal hasil yang lebih menarik.
Kenaikan harga minyak turut memperburuk sentimen terhadap aset berisiko. Brent melonjak hingga sekitar US$99 per barel pada Selasa setelah meningkatnya konflik di Timur Tengah kembali mengancam pasokan energi. Kenaikan biaya energi dapat membuat tekanan inflasi bertahan lebih lama, sehingga memperkuat alasan The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Pergerakan altcoin juga cenderung beragam dengan bias melemah. Ethereum berada di sekitar US$2.496 dan turun sekitar 0,3%, sedangkan XRP melemah sekitar 0,8% ke US$1,395. Solana turun sekitar 1,5% ke US$104,24. Cardano berada di kisaran US$0,22, sementara BNB bergerak sekitar US$746. Dogecoin diperdagangkan di kisaran US$0,09.
Meski harga Bitcoin terkoreksi, permintaan institusional masih menjadi faktor penahan penurunan. ETF spot Bitcoin AS sebelumnya mencatat sekitar US$1 miliar arus masuk bersih dalam tiga sesi perdagangan, menunjukkan bahwa investor institusional belum sepenuhnya meninggalkan pasar meskipun ekspektasi suku bunga kembali hawkish.
Fokus investor kini tertuju pada data Producer Price Index AS pada Kamis (10/9) dan Consumer Price Index pada Jumat (11/9), sebelum keputusan The Fed pada 15–16 September. Inflasi yang lebih panas dapat memperkuat peluang kenaikan bunga dan menambah tekanan terhadap Bitcoin, sementara angka yang lebih lunak berpotensi menghidupkan kembali ekspektasi kebijakan yang lebih dovish.
Analisa Newsmaker: Bitcoin masih menunjukkan bias sideways hingga bearish selama gagal kembali menembus US$80.000. Area US$78.000 menjadi support psikologis terdekat, sementara US$80.000 hingga US$82.000 menjadi zona resistance penting. Kombinasi yield tinggi, lonjakan harga minyak, dan meningkatnya ekspektasi kenaikan bunga The Fed masih menjadi hambatan utama. Namun, arus masuk ETF dapat membatasi koreksi lebih dalam jika permintaan institusional tetap bertahan. (arl)
Sumber: Newsmaker.id