
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin menghapus kenaikan tajam di awal pada perdagangan Jumat (4/9) setelah data tenaga kerja AS yang jauh lebih kuat dari perkiraan kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Bitcoin sebelumnya sempat menembus area US$82.000 dan menyentuh level tertinggi hampir empat bulan, sebelum kembali bergerak di sekitar US$79.400. Meski kehilangan sebagian besar kenaikan intraday, Bitcoin masih berada di jalur penguatan mingguan.
Tekanan terhadap Bitcoin muncul setelah laporan Nonfarm Payrolls menunjukkan ekonomi AS menambahkan 162.000 pekerjaan pada Agustus, jauh di atas perkiraan pasar sekitar 56.000. Tingkat pengangguran tetap berada di 4,1%, sementara Average Hourly Earnings meningkat 0,3% secara bulanan dan 3,1% secara tahunan. Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja masih cukup kuat, meskipun pertumbuhan upah tahunan mulai melambat.
Kuatnya data ketenagakerjaan kembali mengubah ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Peluang kenaikan suku bunga September meningkat setelah sebelumnya sempat turun menyusul komentar dovish Gubernur The Fed Christopher Waller. Pasar kini semakin menunggu data inflasi CPI dan PPI untuk menentukan apakah kekuatan pasar tenaga kerja cukup untuk mendorong The Fed kembali menaikkan suku bunga.
Di pasar altcoin, Ethereum bergerak di sekitar US$2.526, XRP berada di kisaran US$1,43–US$1,45, BNB sekitar US$722, dan Solana bergerak di area US$101–US$104. Cardano diperdagangkan dekat US$0,224, Dogecoin sekitar US$0,085, sementara Litecoin berada di kisaran US$51. Zcash menjadi salah satu aset yang mencuri perhatian setelah mencatat penguatan tajam dan bergerak di sekitar US$968.
Dari sisi fundamental industri, sentimen kripto masih mendapat dukungan dari perkembangan regulasi di Amerika Serikat. Ketua SEC Paul Atkins menyampaikan bahwa proses legislasi terkait CLARITY Act diperkirakan kembali menjadi perhatian pada pertengahan September. Selain itu, meredanya aksi militer baru antara AS dan Iran memberikan sedikit ruang bagi aset berisiko, meskipun ketegangan di kawasan Teluk dan tingginya harga energi masih menjadi faktor yang berpotensi menjaga tekanan inflasi.
Analisa Newsmaker: Bitcoin saat ini berada dalam fase tarik-menarik antara fundamental positif dari regulasi dan momentum bullish, dengan tekanan makro dari data tenaga kerja AS yang sangat kuat. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area psikologis US$78.000–US$79.000, peluang untuk kembali menguji US$82.000 masih terbuka. Namun, jika data inflasi pekan depan kembali panas dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga, tekanan jual dapat meningkat. Sebaliknya, inflasi yang melandai dapat menghidupkan kembali ekspektasi hold The Fed dan membuka ruang bagi Bitcoin serta altcoin utama untuk melanjutkan penguatan. (arl)
Sumber: Newsmaker.id