
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas masih berada dalam tekanan pada perdagangan Jumat (4/9). XAU/USD bergerak di kisaran US$4.429 per troy ounce, turun sekitar 1% pada hari ini. Emas sebelumnya sempat anjlok lebih dari 2% setelah laporan tenaga kerja AS yang jauh lebih kuat dari perkiraan mendorong Dolar AS dan yield Treasury naik.
Tekanan terhadap emas muncul setelah ekonomi AS menciptakan 162.000 pekerjaan pada Agustus, jauh melampaui ekspektasi pasar sekitar 56.000. Tingkat pengangguran tetap berada di 4,1%, sementara data dua bulan sebelumnya turut direvisi naik. Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup solid meski tekanan inflasi dan ketidakpastian geopolitik tetap tinggi.
Data NFP yang kuat langsung mendorong pasar meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan September. Probabilitas rate hike 25 basis poin meningkat tajam setelah laporan tersebut, sementara Dolar AS dan yield Treasury ikut menguat. Kombinasi suku bunga tinggi, yield yang meningkat, dan Greenback yang lebih kuat menjadi tekanan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Pergerakan emas sepanjang pekan berlangsung sangat volatil karena investor terus mengubah ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed. Tekanan awal pekan yang dipicu komentar hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh sempat berbalik setelah Gubernur Christopher Waller memberi sinyal bahwa suku bunga dapat dipertahankan apabila inflasi terus melandai. Namun, kejutan NFP Jumat kembali menghidupkan skenario pengetatan moneter.
Perhatian pasar kini beralih ke data inflasi Amerika Serikat pekan depan, terutama Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI). Laporan tersebut akan menjadi penentu penting menjelang keputusan The Fed pertengahan September. Inflasi yang kembali tinggi dapat memperkuat alasan kenaikan suku bunga, sedangkan tekanan harga yang melandai dapat kembali membuka peluang The Fed mempertahankan kebijakan saat ini.
Analisa Newsmaker: Posisi Gold di sekitar US$4.429 menunjukkan harga sudah pulih cukup jauh dari penurunan awal pasca-NFP, tetapi tekanan fundamental belum sepenuhnya hilang. Selama Dolar dan yield Treasury bertahan tinggi, ruang kenaikan emas masih terbatas. Area US$4.400 menjadi level psikologis penting; jika gagal dipertahankan, tekanan dapat kembali menuju area terendah pasca-NFP. Sebaliknya, CPI yang lebih rendah dari perkiraan berpotensi melemahkan ekspektasi rate hike dan membuka peluang rebound emas kembali menuju area US$4.450–US$4.500. (arl)
Sumber: Newsmaker.id