
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas bergerak relatif stabil pada perdagangan Jumat (4/9), bertahan di sekitar US$4.470–4.480 per troy ounce setelah melonjak sekitar 2% pada sesi sebelumnya. Emas juga berada di jalur mencatat kenaikan mingguan, didukung pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil Treasury yang membuat aset tanpa bunga seperti emas kembali lebih menarik bagi investor.
Penguatan emas sebelumnya mendapat dorongan dari komentar Gubernur Federal Reserve Christopher Waller, yang menyatakan dukungan untuk mempertahankan suku bunga apabila tren penurunan inflasi terus berlanjut. Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada September. Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan bunga dan mempertahankan bunga berada hampir berimbang, sementara dolar AS menuju penurunan sekitar 0,7% sepanjang pekan.
Fokus utama pasar kini beralih ke laporan Non-Farm Payrolls Amerika Serikatyang akan dirilis malam ini. Ekonom memperkirakan perekonomian AS menambah sekitar 56.000 pekerjaan pada Agustus, sementara tingkat pengangguran diperkirakan berada di sekitar 4,1%. Data yang lebih lemah, terutama jika disertai kenaikan pengangguran, dapat meningkatkan keyakinan bahwa pasar tenaga kerja sedang mendingin dan mengurangi kebutuhan The Fed untuk kembali menaikkan bunga. Kondisi tersebut berpotensi menjadi katalis lanjutan bagi emas.
Namun, pasar juga mulai menyadari bahwa NFP bukan satu-satunya penentu kebijakan The Fed. Data CPI dan PPI AS pekan depan akan menjadi sangat penting karena tekanan inflasi masih menjadi persoalan utama bank sentral. Karena itu, emas dapat mengalami volatilitas tinggi setelah NFP malam ini. NFP yang lemah berpotensi mendorong emas kembali menuju US$4.500, sedangkan laporan tenaga kerja yang jauh lebih kuat dapat mendorong dolar dan yield Treasury naik serta membuka peluang koreksi emas dari level saat ini.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id