
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas bergerak stabil di sekitar US$4.477 per troy ounce pada perdagangan Jumat (4/9), setelah mencatat lonjakan sekitar 2% pada sesi sebelumnya. Logam mulia masih mendapat dukungan dari melemahnya dolar AS dan meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September.
Sentimen emas membaik setelah Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan dirinya cenderung mendukung mempertahankan suku bunga apabila data inflasi Agustus menunjukkan tekanan harga terus mereda. Pernyataan tersebut membuat pasar memangkas probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi sekitar 50%, dari sebelumnya sekitar 63%.
Turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga turut menekan imbal hasil obligasi AS dan dolar, sehingga meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil. Indeks dolar bergerak di sekitar level 99, sementara pasar global kembali meningkatkan minat terhadap aset berisiko setelah komentar Waller meredakan kekhawatiran mengenai kebijakan moneter yang lebih agresif.
Fokus utama pasar kini beralih ke laporan Non-Farm Payrolls AS Agustus yang akan dirilis pada Jumat. Data tersebut diperkirakan menjadi penentu penting arah suku bunga The Fed. Jika pertumbuhan lapangan kerja lebih lemah dari perkiraan atau tingkat pengangguran meningkat, peluang kenaikan suku bunga dapat kembali menyusut dan membuka ruang penguatan lebih lanjut bagi emas. Sebaliknya, data tenaga kerja yang kuat berpotensi mengangkat dolar dan menekan harga logam mulia.
Secara teknikal, emas masih mempertahankan momentum pemulihan setelah kembali menembus area US$4.450. Area US$4.500 menjadi resistance psikologis terdekat. Jika level tersebut ditembus secara meyakinkan, pasar berpotensi mengincar area US$4.533 hingga US$4.600. Namun selama NFP belum dirilis, volatilitas tinggi dan aksi profit taking tetap perlu diwaspadai.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id