
Trending

Perak
Sumber: Newsmaker.id
Harga perak melonjak sekitar 2,7% ke kisaran US$67,05 per troy ounce pada perdagangan Kamis (3/9). Kenaikan tersebut memperpanjang rebound dari level terendah dua pekan setelah tekanan dari dolar AS dan imbal hasil obligasi mulai mereda.
Indeks Dolar AS turun sekitar 0,7% ke area 98,87, sedangkan imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun melemah menuju 4,76% setelah sebelumnya menyentuh 4,82%. Pelemahan kedua instrumen tersebut mengurangi biaya peluang memegang perak yang tidak memberikan imbal hasil.
Sentimen membaik setelah Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan dapat mendukung suku bunga tetap jika data Agustus menunjukkan inflasi terus melandai. Komentar tersebut menurunkan probabilitas kenaikan suku bunga September menjadi sekitar 50%–54%, dari sebelumnya 62%.
Data tenaga kerja AS turut menopang perak. ADP hanya mencatat penambahan 38.000 pekerjaan, sedangkan klaim pengangguran naik menjadi 206.000. Perhatian pasar kini tertuju pada Nonfarm Payrolls Jumat serta data inflasi CPI dan PPI pekan depan.
Analisa Newsmaker : bias perak kembali bullish selama bertahan di atas US$66. Penembusan US$67,70 berpotensi membuka jalan menuju US$69,50, tetapi NFP yang kuat dapat mengangkat dolar dan yield sehingga memicu koreksi ke US$65,50–US$65. (arl)
Sumber : Newsmaker.id