
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS merosot tajam pada perdagangan Kamis (3/9), dengan Bloomberg Dollar Spot Index menyentuh level terendah dalam hampir empat bulan. Sementara itu, Indeks Dolar AS atau DXY turun sekitar 0,7% ke kisaran 98,87.
Tekanan muncul setelah Gubernur The Fed Christopher Waller mengakui adanya kemajuan dalam pengendalian inflasi dan membuka peluang mempertahankan suku bunga. Pasar kemudian menurunkan probabilitas kenaikan suku bunga September ke sekitar 46%–50%, dari sebelumnya mendekati 60%.
Reli yen menjadi tekanan terbesar bagi dolar. USD/JPY anjlok sekitar 2,1% ke kisaran 155,40 karena pasar meningkatkan peluang kenaikan suku bunga Bank of Japan sebesar 25 basis poin pada September menjadi sekitar 75%.
Penguatan yen lebih banyak dipicu oleh ekspektasi kebijakan BOJ dibandingkan intervensi langsung. Data bank sentral Jepang tidak menunjukkan adanya pembelian yen oleh pemerintah pada lonjakan sebelumnya, meskipun otoritas tetap mengawasi volatilitas nilai tukar.
Pelemahan dolar turut mengangkat mata uang utama lainnya. EUR/USD menguat menuju 1,1637, sedangkan GBP/USD naik ke sekitar 1,3544. Fokus berikutnya tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls AS yang berpotensi menentukan kembali ekspektasi suku bunga The Fed.
Analisa Newsmaker : dolar masih berisiko melanjutkan pelemahan apabila NFP menunjukkan perlambatan tenaga kerja dan BOJ mempertahankan sinyal hawkish. Sebaliknya, data pekerjaan yang kuat dapat menghidupkan kembali peluang kenaikan suku bunga The Fed, memicu rebound dolar, serta menekan yen, euro, pound, dan harga emas. (arl)
Sumber : Newsmaker.id