
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS diperkirakan masih mampu mempertahankan penguatannya dalam beberapa bulan ke depan, meskipun berpotensi kembali melemah dalam jangka satu tahun. Sejumlah analis valuta asing juga menilai Federal Reserve kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga sebesar yang saat ini diperkirakan oleh pasar.
Minimnya petunjuk kebijakan dari Ketua Federal Reserve Kevin Warsh membuat proyeksi terhadap dolar belum banyak berubah. Pernyataan Warsh yang relatif hawkish pada pekan lalu memang meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat, namun belum cukup memberikan kepastian mengenai seberapa jauh The Fed akan menaikkan suku bunga. Dolar AS sendiri telah menguat sekitar 1,5% sejak awal tahun.
Greenback sempat mengalami tekanan pada Agustus setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengejutkan pasar dengan pengumuman pembelian obligasi pemerintah jangka panjang di luar jadwal. Namun, dolar kembali pulih dalam beberapa hari terakhir seiring meningkatnya kembali konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran, yang mendorong permintaan terhadap aset safe haven.
Pasar berjangka suku bunga saat ini memperkirakan The Fed dapat menaikkan suku bunga sebanyak dua kali pada tahun ini untuk menekan inflasi, yang masih berada hampir dua kali lipat dari target bank sentral sebesar 2%. Meski demikian, proyeksi para analis terhadap pelemahan dolar dalam jangka menengah hingga panjang belum banyak berubah.
Hasil survei pada 31 Agustus hingga 2 September menunjukkan euro diperkirakan bertahan di sekitar US$1,16 dalam tiga bulan, kemudian bergerak menuju US$1,17 dalam enam bulan dan US$1,18 dalam satu tahun. Proyeksi tersebut secara tidak langsung menunjukkan potensi pelemahan dolar secara bertahap dalam jangka panjang.
Kepala Strategi Valuta Asing G10 Citi, Dan Tobon, menilai perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed akan menjadi faktor terpenting bagi arah dolar. Namun, ketidakpastian geopolitik tetap menjadi risiko besar. Jika konflik meningkat dan menjadi faktor dominan dalam beberapa bulan ke depan, dolar berpotensi kembali menguat lebih jauh.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan dolar dalam waktu dekat kemungkinan akan ditentukan oleh dua kekuatan utama: ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan perkembangan konflik geopolitik AS-Iran. Kebijakan The Fed yang lebih hawkish dapat menopang dolar, sementara ekspektasi kenaikan suku bunga yang mulai berkurang berpotensi membuka ruang bagi pelemahan greenback dalam jangka lebih panjang.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id