
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Saudi Aramco mempertahankan harga minyak mentah unggulannya, Arab Light, untuk pengiriman Oktober ke Asia, meski pasar minyak Timur Tengah terus menguat di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan gangguan jalur pengiriman di kawasan.
Harga Arab Light untuk pembeli Asia dipertahankan pada diskon US$2 per barel terhadap harga acuan. Keputusan tersebut cukup mengejutkan pasar karena sebelumnya pelaku industri memperkirakan Saudi Aramco akan menaikkan harga sekitar US$5 per barel. Langkah ini dinilai menunjukkan upaya produsen minyak terbesar Arab Saudi tersebut untuk menjaga daya saing di pasar Asia.
Pasar minyak kawasan Timur Tengah mengalami tekanan besar sejak konflik regional meningkat setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari. Gangguan terhadap infrastruktur energi serta terbatasnya aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz membuat pasokan semakin ketat. Sejak konflik dimulai, harga minyak mentah telah melonjak lebih dari 30%, sementara harga produk energi juga meningkat tajam.
Risiko distribusi semakin besar setelah sebuah kapal tanker Saudi dilaporkan terkena serangan yang menewaskan dua awak kapal pada pekan ini. Ekspor minyak Arab Saudi turut merosot ke level terendah dalam beberapa tahun karena gangguan di Laut Merah dan kawasan Teluk membuat pengiriman dari kedua sisi pantai negara tersebut semakin sulit.
Untuk mengurangi ketergantungan terhadap terminal utama Ras Tanura di Teluk Persia, Saudi Aramco meningkatkan pengiriman minyak melalui jaringan pipa menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Pembeli juga diminta menginformasikan kebutuhan minyak Arab Light yang dapat diambil melalui Yanbu atau Sidi Kerir apabila penutupan atau gangguan di Selat Hormuz terus berlangsung.
Namun, rute alternatif tersebut membawa konsekuensi berupa waktu perjalanan dan biaya logistik yang lebih tinggi. Serangan kelompok Houthi di Laut Merah bagian selatan juga memaksa sejumlah kapal mengambil jalur memutar mengelilingi Afrika sebelum mencapai Laut Merah dari arah utara, menambah tekanan biaya bagi pembeli minyak Asia.
Keputusan Aramco menahan harga minyak ringan untuk Asia diperkirakan menjadi strategi mempertahankan pangsa pasar di tengah kenaikan harga minyak dari produsen Timur Tengah lainnya. Harga yang lebih kompetitif juga dapat membantu mengimbangi sebagian biaya tambahan yang muncul akibat perjalanan kapal yang lebih panjang.
Di sisi lain, Saudi Aramco menaikkan harga Arab Medium dan Arab Heavy masing-masing sebesar US$1 per barel. Jenis minyak tersebut semakin banyak ditawarkan melalui titik pengiriman di luar Selat Hormuz seiring produsen Teluk mencari alternatif untuk menjaga kelancaran pasokan.
Untuk pembeli di Eropa Barat Laut dan kawasan Mediterania, harga minyak Saudi tetap tidak berubah. Sementara itu, seluruh jenis minyak yang dikirim ke Amerika Serikat dinaikkan sebesar US$1 per barel, mencerminkan perbedaan kondisi permintaan dan biaya distribusi di masing-masing kawasan.s(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id