
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar AS bertahan di bawah level 99 pada perdagangan Jumat (04/09), setelah mengalami penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Tekanan terhadap greenback meningkat setelah pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan September.
Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan dirinya mendukung mempertahankan suku bunga jika tekanan harga terus menunjukkan tanda-tanda mereda. Waller menegaskan keputusan kebijakan berikutnya akan sangat bergantung pada perkembangan inflasi Agustus yang dijadwalkan dirilis pekan depan.
Komentar tersebut langsung mengubah ekspektasi pasar. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sekitar 50%, turun dari sekitar 63% sehari sebelumnya. Penurunan probabilitas tersebut membuat daya tarik dolar berkurang karena prospek suku bunga tinggi menjadi kurang kuat.
Perhatian investor selanjutnya tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS Agustus yang dirilis Jumat. Data Non-Farm Payrolls, tingkat pengangguran, dan pertumbuhan upah akan menjadi petunjuk penting mengenai kondisi pasar tenaga kerja serta arah kebijakan The Fed menjelang pertemuan bulan ini.
Tekanan terhadap dolar juga datang dari penguatan tajam yen Jepang. Pasar terus mencermati potensi intervensi otoritas Jepang sekaligus peluang Bank of Japan mengambil langkah pengetatan kebijakan yang lebih agresif. Secara mingguan, indeks dolar berada di jalur penurunan sekitar 0,7%, dengan arah selanjutnya sangat bergantung pada hasil data tenaga kerja AS.