
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Indeks saham Amerika Serikat ditutup menguat tajam pada Kamis (3/9) setelah meredanya lonjakan imbal hasil obligasi mendorong investor kembali memburu aset berisiko. S&P 500 naik 1,1% ke 7.747,71, Dow Jones melonjak 624 poin ke 53.686,11, sedangkan Nasdaq Composite menguat 1,4% ke 26.584,06.
Sentimen pasar membaik setelah Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan kenaikan suku bunga belum diperlukan jika data mendatang mengonfirmasi bahwa inflasi dasar terus melambat. Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran terhadap pengetatan moneter agresif dan menekan yield Treasury AS tenor 10 tahun ke sekitar 4,76%.
Saham teknologi yang sensitif terhadap perubahan suku bunga memimpin penguatan. Microsoft naik 2,7%, Meta menguat 3%, Oracle melesat 5,7%, dan Palantir melonjak 7,7% seiring turunnya biaya diskonto meningkatkan daya tarik saham bertumbuh.
Pergerakan saham semikonduktor cenderung beragam. Nvidia dan Intel masing-masing naik sekitar 1,8%, sedangkan Broadcom melemah 2,7% karena proyeksi pendapatannya mengecewakan pasar meskipun membukukan pertumbuhan pendapatan tahunan yang kuat. Hewlett Packard Enterprise turut menguat sekitar 5%.
Sektor keuangan juga menopang kenaikan Dow Jones. JPMorgan menguat 1,6%, Goldman Sachs naik 3,3%, dan Morgan Stanley bertambah 2,5% setelah stabilisasi pasar obligasi mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan pada aktivitas kredit.
Analisa Newsmaker : Wall Street berpeluang mempertahankan momentum positif apabila yield Treasury terus melandai. Namun, laporan tenaga kerja AS pada Jumat akan menjadi penentu berikutnya; data yang terlalu kuat dapat menghidupkan kembali taruhan kenaikan suku bunga dan menekan saham teknologi, sementara pelemahan moderat berpotensi memperpanjang reli. (arl)
Sumber : Newsmaker.id