
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Eropa bergerak sedikit menguat pada perdagangan Kamis (03/09), mencoba stabil setelah mengalami tekanan tajam sepanjang pekan. Reli di pasar obligasi global dan komentar yang lebih dovish dari pejabat senior Federal Reserve memberikan sedikit ruang pemulihan bagi aset berisiko yang sebelumnya tertekan.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 naik sekitar 0,12%, menghentikan penurunan selama tiga sesi berturut-turut setelah menyentuh level terendah lebih dari satu bulan pada Rabu. DAX Jerman menguat 0,2%, sementara CAC 40 Prancis dan FTSE 100 Inggris bergerak relatif datar.
Kenaikan terbatas tersebut terjadi setelah awal September yang penuh tekanan bagi pasar saham Eropa. Lonjakan yield obligasi pemerintah global, kenaikan harga energi akibat konflik di kawasan Teluk Persia, serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral menjadi faktor utama yang menekan sentimen investor.
Aksi jual besar di pasar obligasi sebelumnya mendorong yield Bund Jerman tenor 10 tahun hingga sekitar 3,37%, level tertinggi sejak 2011, sementara yield Treasury AS tenor 10 tahun sempat mendekati 4,80%. Kenaikan yield bebas risiko mengurangi daya tarik relatif saham, menekan valuasi terutama pada sektor teknologi dan growth, sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap biaya refinancing perusahaan.
Tekanan juga datang dari eskalasi konflik AS-Iran di Selat Hormuz yang sempat mendorong harga minyak menembus US$90 per barel. Lonjakan energi kembali memunculkan kekhawatiran inflasi berbasis biaya dan mengancam ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter yang sebelumnya menjadi salah satu penopang pasar saham.
Kombinasi tekanan dari obligasi dan energi telah membawa DAX serta CAC 40 menuju level terendah dalam beberapa pekan hingga beberapa bulan. FTSE 100 juga sempat mencatat penurunan harian terdalam dalam hampir dua bulan sebelum mulai menemukan titik stabil. Meski demikian, pemulihan pasar masih terbatas karena investor tetap menunggu arah baru dari data ekonomi AS, pergerakan yield global, dan kebijakan bank sentral.