
Trending

Perak
Sumber: Newsmaker.id
Harga silver bergerak di sekitar US$66,33 per troy ons pada perdagangan Senin (31/8), turun tipis sekitar 0,1%. Pergerakan hari ini berada dalam rentang sekitar US$65,61–US$67,47, menunjukkan volatilitas masih tinggi setelah tekanan jual besar pada akhir pekan lalu.
Silver masih dibayangi perubahan ekspektasi kebijakan Federal Reserve setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan nada hawkish di Jackson Hole. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga September sekitar 64%, naik tajam dari sekitar 35% sebelum pernyataan Warsh.
Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi menjadi tekanan bagi silver karena meningkatkan opportunity cost memegang logam yang tidak memberikan bunga. Pada saat yang sama, yield Treasury AS tetap tinggi, dengan yield 10 tahun sempat bergerak di sekitar 4,75%, sehingga membatasi minat investor terhadap logam mulia.
Tekanan inflasi juga kembali menjadi perhatian setelah harga minyak melonjak akibat eskalasi konflik AS–Iran di Selat Hormuz. Kenaikan energi memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi dapat bertahan lebih lama dan memberikan The Fed alasan tambahan untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Meski terkoreksi, silver masih mencatat performa kuat sepanjang Agustus dengan kenaikan sekitar 15%, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak pertengahan Juni. Artinya, tekanan jual saat ini lebih mencerminkan aksi profit taking dan repricing suku bunga dibanding perubahan total pada tren bullish jangka menengah.
Faktor lain yang masih memberikan dukungan adalah kekhawatiran fiskal AS. Program buyback Treasury jangka panjang sebelumnya kembali menghidupkan narasi debasement trade, di mana investor mencari aset riil seperti emas dan silver sebagai perlindungan terhadap risiko utang pemerintah, tekanan pada pasar obligasi, dan potensi pelemahan nilai dolar.
Fokus pasar berikutnya beralih ke data tenaga kerja AS, terutama ADP dan Nonfarm Payrolls. Konsensus Reuters memperkirakan NFP Agustus bertambah sekitar 55.000 pekerjaan. Data tenaga kerja yang lemah dapat menurunkan kembali ekspektasi rate hike dan menjadi katalis positif bagi silver, sementara data yang kuat berpotensi mempertahankan tekanan dari yield dan suku bunga.
Analisis Newsmaker: fundamental silver saat ini masih berada dalam tarik-menarik antara tekanan suku bunga tinggi dan dukungan dari tema debasement serta ketidakpastian geopolitik. Selama harga bertahan di area US$65–US$66, peluang rebound masih terbuka. Namun, untuk kembali menguji area US$67–US$70, silver membutuhkan pelemahan dolar, penurunan yield, atau data ekonomi AS yang cukup lemah untuk meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga. (arl)
Sumber : Newsmaker.id