
Trending

Perak
Sumber: Newsmaker.id
Harga perak melemah pada perdagangan Rabu (26/8) setelah data inflasi AS membuat ekspektasi kebijakan Federal Reserve kembali sedikit lebih hawkish. Spot silver terakhir berada di sekitar US$67,91 per troy ons, turun sekitar 1,1%, setelah sebelumnya masih bergerak di atas US$68. Tekanan juga terlihat pada emas yang turun lebih dari 1%, menunjukkan pasar logam mulia secara luas terkena aksi jual setelah rilis data AS.
Tekanan utama datang dari PCE Price Index Juli yang naik 0,2% secara bulanan, lebih tinggi dari perkiraan 0,1%. Secara tahunan, inflasi headline bertahan di 3,7%, juga lebih tinggi dari konsensus 3,6%. Sementara Core PCE naik 0,2% bulanan dan tetap 3,3% tahunan, sesuai ekspektasi tetapi masih jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2%.
Data ekonomi lainnya juga menunjukkan ekonomi AS belum kehilangan banyak tenaga. Pertumbuhan GDP kuartal II dipertahankan di 1,5%, sementara belanja konsumen kuartalan direvisi naik menjadi 3,4%. Kombinasi inflasi yang masih tinggi dan aktivitas ekonomi yang cukup tahan banting membuat pasar kembali mempertimbangkan kemungkinan bahwa The Fed belum selesai dengan kebijakan ketatnya.
Reaksi pasar langsung terlihat pada dolar dan obligasi. Dollar Index naik sekitar 0,2% ke 99,12, sementara yield Treasury AS tenor 10 tahun bergerak naik ke sekitar 4,65%. Probabilitas kenaikan suku bunga Fed pada September meningkat menjadi sekitar 40%, dari sekitar 36% sebelum data keluar. Kondisi dolar dan yield yang lebih tinggi menjadi kombinasi negatif bagi silver karena logam tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga.
Dari sisi geopolitik, perkembangan Iran–Oman memang membantu mengurangi sebagian premi risiko logam mulia, tetapi situasinya belum sepenuhnya selesai. Kedua negara telah mencapai kemajuan mengenai Selat Hormuz, namun Iran menegaskan jalur tersebut tidak akan dibuka kembali jika AS tidak menerima persyaratan yang diajukan. Artinya, risiko geopolitik masih dapat memberikan bantalan terhadap silver jika negosiasi kembali memburuk.
Analisis Newsmaker: fundamental jangka pendek silver saat ini berubah menjadi bearish-konsolidatif setelah PCE memperkuat dolar, yield, dan peluang rate hike. Area US$67–US$68 kini menjadi zona penting untuk mempertahankan struktur kenaikan sebelumnya. Jika tekanan dolar berlanjut, silver berisiko menguji area lebih rendah. Sebaliknya, kembalinya harga di atas US$68,50–US$69 dapat menunjukkan buyer mulai masuk lagi. Katalis besar berikutnya adalah pidato Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat; nada hawkish berpotensi menekan silver lebih jauh, sedangkan sikap lebih hati-hati dapat memicu rebound. (arl)
Sumber: Newsmaker.id