
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (3/9), didukung oleh pelemahan dolar AS dan turunnya yield Treasury dari level tinggi sebelumnya.
Spot gold naik sekitar 1,2% ke US$4.437,08 per troy ounce, sementara kontrak emas berjangka AS menguat 1,6% ke US$4.483,30. Pergerakan ini terjadi setelah emas sempat menyentuh level terendah sejak 7 Agustus pada Rabu sebelum akhirnya ditutup naik lebih dari 1%.
Tekanan terhadap dolar dan yield membantu meningkatkan daya tarik emas, terutama karena pasar masih sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga The Fed. Pelaku pasar saat ini memperkirakan sekitar 60% peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September, setelah Ketua The Fed Kevin Warsh sebelumnya memberikan sinyal bahwa suku bunga mungkin perlu dinaikkan jika inflasi tetap berada di atas target.
Fokus utama investor kini tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls AS yang akan dirilis Jumat. Data ADP sebelumnya menunjukkan pertumbuhan pekerjaan sektor swasta yang moderat pada Agustus. Jika NFP lebih lemah dari perkiraan dan ekspektasi kenaikan suku bunga September turun, emas berpotensi mendapat dorongan tambahan. Sebaliknya, data tenaga kerja yang kuat dapat kembali mengangkat yield dan dolar serta menahan kenaikan bullion.
Di sisi lain, harga minyak bergerak sedikit lebih rendah setelah sejumlah pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump mendorong agar konflik dengan Iran tidak semakin meluas menjelang pemilu paruh waktu November. Meredanya tekanan energi dapat membantu menurunkan kekhawatiran inflasi, tetapi perkembangan geopolitik tetap menjadi faktor penting bagi permintaan safe haven. Perak turut naik 1,1%, platinum menguat 1%, dan palladium naik 1,7%.(yds)
Sumber: Newsmaker.id