
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas jatuh tajam pada perdagangan Jumat (4/9), setelah laporan Nonfarm Payrolls Amerika Serikat dirilis jauh lebih kuat dari ekspektasi. XAU/USD bergerak di sekitar US$4.380 per troy ounce, turun 2,10% pada hari itu, sekaligus menghapus sebagian besar kenaikan yang terjadi pada sesi sebelumnya.
Pada Kamis, emas sempat menguat hampir 2% dan menembus area US$4.500. Namun, momentum tersebut berbalik cepat setelah data tenaga kerja AS menunjukkan ekonomi masih cukup kuat, sehingga kembali mendorong penguatan dolar AS dan yield Treasury.
Ekonomi AS menambah 162.000 pekerjaan pada Agustus, jauh di atas ekspektasi pasar yang hanya memperkirakan kenaikan 56.000. Data Juli juga direvisi naik menjadi bertambah 21.000 pekerjaan, dari sebelumnya tercatat turun 23.000, sementara data Juni direvisi menjadi 31.000 dari 20.000.
Tingkat pengangguran AS tetap berada di 4,1%, sesuai perkiraan pasar. Kombinasi pertumbuhan pekerjaan yang kuat dan pengangguran yang stabil membuat pasar kembali menilai bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk fokus pada risiko inflasi.
Dolar AS langsung menguat setelah laporan tenaga kerja tersebut. Indeks Dolar AS atau DXY bergerak di sekitar 99,22, setelah sebelumnya sempat turun ke level terendah lebih dari satu pekan di 98,83 pada Kamis. Yield Treasury AS tenor 10 tahun juga kembali menguji area 4,81%, level tertinggi sejak Oktober 2023.
Data NFP yang kuat kembali menghidupkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini. Kondisi tersebut membalik sebagian sentimen dovish yang sempat muncul setelah komentar Gubernur The Fed Christopher Waller, yang sebelumnya menyebut mulai melihat tanda-tanda disinflasi.
Secara teknikal, area US$4.500 kini menjadi resistance terdekat bagi emas, diikuti 200-day SMA di sekitar US$4.534. Selama XAU/USD masih tertahan di bawah area tersebut, tekanan jual berpotensi tetap dominan dalam jangka pendek.
Analisis Newsmaker: Kejatuhan emas menunjukkan pasar langsung mengalihkan fokus dari komentar dovish Waller ke data tenaga kerja AS yang jauh lebih kuat dari perkiraan. NFP 162.000 memberi ruang bagi The Fed untuk tetap hawkish, terutama jika data inflasi CPI dan PPI pekan depan kembali panas. Dalam kondisi dolar dan yield naik, emas berisiko kembali menguji area US$4.350 hingga US$4.300. Namun, jika inflasi berikutnya melandai, tekanan terhadap emas bisa mereda dan membuka peluang rebound terbatas. (asd)
Sumber: Newsmaker.id