
Trending

hang-seng
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Hang Seng ditutup menguat tajam pada perdagangan Jumat (4/9), naik sekitar 1,75% setelah sempat melonjak lebih dari 2% pada sesi pagi. Penguatan tersebut membawa bursa Hong Kong menjauh dari tekanan pada sesi sebelumnya, sekaligus menunjukkan kinerja yang lebih solid dibandingkan pasar saham China daratan yang justru berakhir melemah.
Sentimen positif terutama datang dari reli Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Bursa saham Amerika Serikat menguat setelah imbal hasil obligasi Treasury mereda dan saham-saham teknologi besar kembali mencatat kenaikan. Pernyataan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang membuka peluang mempertahankan suku bunga pada pertemuan September juga membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap pengetatan moneter lebih lanjut.
Hang Seng sempat menguat hingga sekitar 25.737 pada akhir sesi pagi, naik 2,08% atau lebih dari 524 poin. Meski sebagian kenaikan tersebut terpangkas menjelang penutupan, indeks tetap mampu mengakhiri sesi dengan penguatan 1,75%. Kinerja tersebut berbanding terbalik dengan Shanghai Composite yang ditutup turun sekitar 0,3%, menunjukkan minat investor terhadap saham Hong Kong relatif lebih kuat pada perdagangan hari ini.
Penguatan pasar Asia secara luas turut memberikan dukungan. Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea Selatan juga bergerak positif, sementara investor mulai mengurangi kekhawatiran terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed setelah komentar Waller. Meski demikian, pasar masih mencermati tingginya harga minyak akibat konflik Amerika Serikat-Iran yang berpotensi kembali menekan inflasi global dan mengubah arah ekspektasi kebijakan moneter.
Perhatian investor selanjutnya tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls Amerika Serikat yang akan dirilis Jumat malam. Data tenaga kerja yang lebih lemah dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga, sehingga berpotensi menjaga sentimen positif pada saham Asia. Sebaliknya, data yang jauh lebih kuat dari perkiraan dapat kembali meningkatkan kekhawatiran kenaikan suku bunga dan memicu volatilitas ketika pasar Hong Kong dibuka kembali.(yds)
Sumber: Newsmaker.id