
Trending

Perak
Sumber: Newsmaker.id
Harga Silver sedikit pulih pada perdagangan Jumat (4/9) setelah sempat mengalami tekanan tajam menyusul rilis data tenaga kerja Amerika Serikat. XAG/USD kini bergerak di sekitar US$66,90 per troy ounce, setelah sebelumnya sempat jatuh hingga sekitar US$64,74 sesaat setelah rilis Nonfarm Payrolls. Pemulihan terjadi ketika penguatan Dolar AS dan lonjakan yield Treasury mulai kehilangan sebagian momentumnya.
Tekanan awal terhadap Silver datang setelah ekonomi AS menciptakan 162.000 pekerjaan pada Agustus, jauh melampaui perkiraan pasar sebesar 56.000. Tingkat pengangguran bertahan di 4,1%, sementara data bulan sebelumnya juga mendapatkan revisi yang lebih baik. Laporan tersebut kembali menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup solid dan memberikan ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Reaksi pasar sempat sangat kuat. Indeks Dolar AS melonjak setelah NFP sebelum kemudian memangkas penguatannya dan kembali bergerak di sekitar 99,10. Sementara itu, yield Treasury AS tenor 10 tahun berada di sekitar 4,774%, setelah sempat mendekati area 4,8%. Kombinasi penguatan Dolar dan tingginya yield menjadi tekanan bagi Silver karena meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Namun, pelemahan Silver tidak bertahan lama karena pasar mulai melihat laporan tenaga kerja secara lebih menyeluruh. Pertumbuhan upah tahunan melambat menjadi 3,1%, sementara kenaikan upah bulanan sebesar 0,3% sesuai dengan perkiraan. Kondisi tersebut meredakan sebagian kekhawatiran bahwa kuatnya NFP otomatis akan diikuti tekanan inflasi upah yang semakin tinggi, sehingga Dolar dan yield tidak mampu mempertahankan seluruh lonjakan pasca-rilis.
Kuatnya NFP tetap membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September meningkat ke sekitar 60%. Namun, keputusan belum sepenuhnya terkunci karena pejabat The Fed, termasuk Christopher Waller, menegaskan bahwa perkembangan inflasi Agustus akan menjadi faktor penting. Dengan demikian, perhatian pasar kini beralih ke data CPI dan PPI AS pekan depan yang berpotensi menentukan apakah The Fed benar-benar menaikkan suku bunga atau memilih mempertahankannya.
Analisa Newsmaker: Rebound Silver dari tekanan pasca-NFP menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya yakin dengan skenario hawkish The Fed. Kembalinya XAG/USD ke sekitar US$66,90 membuat area US$67–US$68 menjadi resistance penting dalam jangka pendek. Jika Silver mampu menembus area tersebut sementara DXY dan yield terus melandai, momentum pemulihan berpotensi berlanjut. Sebaliknya, jika CPI AS pekan depan kembali panas dan mendorong yield melewati area 4,8%, Silver berisiko kembali menguji US$65 hingga US$64,70. Untuk saat ini, Silver masih berada dalam tarik-menarik antara NFP yang kuat dan mulai meredanya tekanan dari Dolar serta yield Treasury.(arl)
Sumber: Newsmaker.id