
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS menguat pada perdagangan Jumat (4/9) setelah laporan tenaga kerja Agustus yang jauh melampaui ekspektasi kembali meningkatkan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan ini. Indeks Dolar AS atau DXY naik sekitar 0,3% ke 99,18. Meski demikian, Greenback masih menuju penurunan sekitar 0,5% sepanjang pekan setelah sebelumnya tertekan oleh penurunan yield Treasury dan lonjakan Yen Jepang.
Penguatan Dolar terjadi setelah ekonomi AS menciptakan 162.000 pekerjaan pada Agustus, hampir tiga kali lipat dari perkiraan pasar sekitar 55.000. Tingkat pengangguran tetap berada di 4,1%, sedangkan data payroll Juni dan Juli direvisi naik dengan total tambahan 55.000 pekerjaan. Laporan tersebut memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup tangguh.
Data NFP yang kuat membuat pasar kembali meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga The Fed. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan sebesar 25 basis poin pada pertemuan 16 September meningkat menjadi sekitar 58%, dari sekitar 52% sebelum laporan ketenagakerjaan dirilis. Yield Treasury tenor dua tahun naik ke 4,379%, sementara tenor 10 tahun berada di sekitar 4,780%, memberikan dukungan tambahan bagi Dolar.
Namun, penguatan Greenback tertahan oleh komentar Presiden Donald Trump yang kembali meminta The Fed menurunkan suku bunga meskipun data tenaga kerja menunjukkan ekonomi masih kuat. Di saat bersamaan, Yen menjadi mata uang dengan kinerja paling menonjol sepanjang pekan setelah melonjak tajam pada Kamis. Yen menuju kenaikan mingguan sekitar 2,5%, didukung ekspektasi bahwa Bank of Japan dapat menaikkan suku bunga pada pertemuan September.
Di mata uang lainnya, Dolar Kanada melemah setelah data tenaga kerja Kanada menunjukkan penurunan lapangan kerja sebesar 41.700 pada Agustus, berbanding terbalik dengan ekspektasi kenaikan 15.000. Sementara Euro menuju kenaikan sekitar 0,2% sepanjang pekan menjelang keputusan suku bunga European Central Bank, dengan pasar memperkirakan kenaikan sebesar 25 basis poin pada pertemuan September.
Analisa Newsmaker: Penguatan Dolar setelah NFP menunjukkan bahwa ekspektasi suku bunga kembali menjadi penggerak utama pasar valuta asing. NFP yang kuat dan kenaikan yield memberikan fondasi positif bagi Greenback, tetapi pelemahan mingguan menunjukkan sentimen bullish belum sepenuhnya kembali. Fokus berikutnya berada pada CPI dan PPI AS. Jika inflasi kembali panas, DXY berpeluang memperpanjang penguatan dan kembali menguji level psikologis 100. Sebaliknya, inflasi yang melandai dapat mengurangi peluang rate hike dan membuka kembali tekanan terhadap Dolar. (arl)
Sumber: Newsmaker.id