
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin bergerak melemah pada perdagangan Senin (31/8), tertekan kombinasi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dan meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran. Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$77.900–US$78.000, setelah bergerak di rentang sekitar US$77.056 hingga US$79.373 dalam 24 jam terakhir.
Tekanan terhadap aset kripto meningkat setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan nada hawkish di Jackson Hole. Warsh menegaskan kembali pentingnya membawa inflasi menuju target 2%, membuat pasar meningkatkan peluang kenaikan suku bunga September dari sekitar 35% sebelum pidato menjadi sekitar 64% setelahnya. Lingkungan suku bunga dan yield yang lebih tinggi cenderung kurang mendukung Bitcoin karena investor memiliki alternatif aset berbunga dengan risiko lebih rendah.
Sentimen risk-off semakin kuat setelah Amerika Serikat dan Iran kembali bertukar serangan. Harga minyak melonjak lebih dari 3% sehingga memperbesar kekhawatiran bahwa inflasi energi dapat kembali meningkat. Jika kenaikan harga minyak bertahan, pasar dapat semakin mempertimbangkan kemungkinan The Fed mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Meski terkoreksi, performa Bitcoin sepanjang Agustus tetap sangat kuat dengan kenaikan sekitar 24%. Reli tersebut sebelumnya mendapat dukungan dari penurunan yield Treasury setelah pemerintah AS meningkatkan intervensi di pasar obligasi, sehingga likuiditas dan minat terhadap aset berisiko kembali membaik.
Tekanan juga terlihat pada altcoin. Ethereum (ETH) diperdagangkan sekitar US$2.444, XRP US$1,37, Solana (SOL) US$103, Cardano (ADA) US$0,196, dan BNB sekitar US$688. Solana turun sekitar 3,1% dalam 24 jam, XRP melemah 1,4%, Cardano turun 2,2%, dan BNB terkoreksi sekitar 1%.
Tekanan lebih besar terlihat pada kelompok memecoin. Dogecoin (DOGE) berada di sekitar US$0,083, sementara Official Trump (TRUMP) diperdagangkan sekitar US$2,39. DOGE turun sekitar 3% dalam 24 jam, sedangkan TRUMP merosot hampir 7%, menunjukkan investor masih mengurangi eksposur terhadap aset yang lebih spekulatif.
Di tengah koreksi tersebut, dukungan institusional terhadap Bitcoin belum sepenuhnya hilang. Strategy kembali membeli 4.603 BTC senilai US$369,7 juta pada periode 24–30 Agustus dengan harga rata-rata US$80.318 per Bitcoin. Pembelian tersebut menjadi akumulasi pertama perusahaan dalam sekitar dua bulan.
Strategy kini memegang 845.050 Bitcoin, yang diperoleh dengan total biaya sekitar US$63,73 miliar dan harga rata-rata US$75.412 per BTC. Pembelian terbaru dibiayai melalui penjualan saham MSTR yang menghasilkan sekitar US$602,8 juta, menunjukkan Strategy masih mempertahankan Bitcoin sebagai bagian utama strategi treasury perusahaan.
Fokus pasar berikutnya beralih ke rangkaian data tenaga kerja AS, terutama ADP dan Nonfarm Payrolls (NFP). Data yang lemah dapat menurunkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga dan menjadi katalis pemulihan Bitcoin. Sebaliknya, laporan tenaga kerja yang solid ditambah tekanan inflasi dari kenaikan minyak dapat memperkuat skenario rate hike dan mempertahankan tekanan pada pasar kripto.
Analisis Newsmaker: secara fundamental, Bitcoin masih berada dalam tarik-menarik antara minat institusional dan kondisi makro yang kurang bersahabat. Selama ekspektasi kenaikan suku bunga, yield Treasury, dan dolar AS tetap tinggi, ruang kenaikan Bitcoin berpotensi terbatas dalam jangka pendek. Namun, pembelian kembali oleh Strategy serta kenaikan kuat sepanjang Agustus menunjukkan permintaan struktural belum sepenuhnya hilang. Data tenaga kerja AS pekan ini berpotensi menentukan apakah koreksi Bitcoin berlanjut atau pasar kembali menguji area yang lebih tinggi. (arl)
Sumber : Newsmaker.id