
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin melonjak sekitar 5% ke kisaran US$81.300 pada perdagangan Kamis (3/9), mendekati kembali puncak Agustus di sekitar US$82.000. Kenaikan tersebut menunjukkan minat terhadap aset berisiko mulai pulih setelah Bitcoin sempat tertekan ke bawah US$77.000.
Penguatan Bitcoin didukung pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil Treasury. Data ADP yang lemah serta kenaikan klaim pengangguran AS menjadi 206.000 memperkuat tanda perlambatan pasar tenaga kerja, sementara pernyataan lebih lunak pejabat The Fed membuat peluang kenaikan suku bunga September turun menjadi sekitar 54%.
Perhatian pasar kini beralih kepada laporan Nonfarm Payrolls AS. Data pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan berpotensi semakin menekan dolar dan yield obligasi sehingga mendukung Bitcoin, sedangkan NFP yang kuat dapat kembali menghidupkan ekspektasi kenaikan suku bunga dan memicu koreksi kripto.
Dari sisi industri, harapan terhadap perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat dan pembelian terbaru oleh Strategy tetap memberikan dukungan. Strategy sebelumnya membeli 4.603 Bitcoin dan meningkatkan total kepemilikannya menjadi sekitar 845.050 koin.
Meski demikian, konflik AS–Iran masih menjadi sumber risiko. Eskalasi yang mendorong harga minyak dan inflasi lebih tinggi dapat membuat The Fed kembali bersikap hawkish, sedangkan kemungkinan kenaikan suku bunga Bank of Japan berpotensi mengurangi likuiditas global dan minat terhadap aset spekulatif.
Mayoritas kripto utama turut menguat. Ether diperdagangkan sekitar US$2.509, XRP US$1,45, Solana US$104,36, BNB US$724, Cardano US$0,220, dan Dogecoin US$0,0886. XRP, Cardano, dan Dogecoin mencatat kenaikan yang lebih besar dibandingkan Bitcoin.
Analisa Newsmaker : sentimen jangka pendek Bitcoin kembali bullish selama mampu bertahan di atas US$80.000. Penembusan US$82.000 berpotensi membuka jalan menuju US$84.000–US$85.000, tetapi kegagalan mempertahankan US$80.000 dapat memicu koreksi menuju area US$78.000 hingga US$77.000. (arl)
Sumber: Newsmaker.id