
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin bergerak melemah pada perdagangan Senin (7/9), kembali berada di bawah level psikologis US$80.000 setelah data tenaga kerja Amerika Serikat yang kuat meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Berdasarkan data terbaru Investing.com, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$79.400–79.500, turun sekitar 0,7% dalam 24 jam. Sebelumnya, Bitcoin sempat mencapai lebih dari US$82.000 pada pekan lalu sebelum kehilangan momentum setelah laporan tenaga kerja AS dirilis.
Data Non-Farm Payrolls menunjukkan ekonomi AS menambah 162.000 pekerjaan pada Agustus, jauh di atas perkiraan, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%. Laporan tersebut meningkatkan peluang pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan 15–16 September menjadi sekitar 60%. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan aset spekulatif seperti Bitcoin karena memperketat kondisi likuiditas dan meningkatkan daya tarik aset berbunga.
Tekanan terhadap pasar kripto juga datang dari kenaikan harga minyak dan meningkatnya konflik AS–Iran. Brent masih bertahan di sekitar US$96–97 per barel setelah serangan terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi. Harga energi yang tinggi berpotensi memperkuat tekanan inflasi global dan membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter.
Pergerakan altcoin juga cenderung melemah. Ethereum diperdagangkan sekitar US$2.490 dan turun sekitar 0,4%, XRP berada di sekitar US$1,40 dengan penurunan sekitar 1,4%, sementara Solana turun sekitar 1,6% ke kisaran US$105. BNB melemah hampir 2% ke sekitar US$743, sedangkan Cardano bergerak di sekitar US$0,219 dan turun sekitar 0,3%. Dogecoin juga melemah ke sekitar US$0,0897.
Di luar tekanan makro, pasar juga menghadapi sentimen negatif dari masalah keamanan pada Liquid Network. Jaringan penyelesaian berbasis Bitcoin tersebut menghentikan transaksi baru setelah sekitar US$320 juta Bitcoin ditarik dari federation wallet dalam sebuah eksploitasi keamanan. Insiden tersebut menambah kekhawatiran terhadap risiko infrastruktur aset digital, meskipun pihak yang bertanggung jawab mengklaim sebagai white-hat hackers.
Meski demikian, permintaan institusional masih memberikan dukungan bagi Bitcoin. ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat mencatat sekitar US$1 miliar arus masuk bersih sepanjang pekan lalu, menunjukkan bahwa minat investor institusional belum sepenuhnya memudar meskipun volatilitas kembali meningkat.
Analisa Newsmaker: Bitcoin saat ini masih menghadapi bias sideways hingga bearish ringan selama berada di bawah US$80.000. Area US$79.000 menjadi support penting, sementara kegagalan bertahan di level tersebut dapat membuka ruang koreksi lebih dalam. Fokus utama pasar kini beralih ke PPI dan CPI AS pekan ini. Inflasi yang kembali panas dapat memperkuat peluang kenaikan bunga The Fed dan menekan Bitcoin serta altcoin, sedangkan inflasi yang lebih rendah berpotensi memicu rebound aset berisiko. (arl)
Sumber: Newsmaker.id