
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar melemah ke sekitar 98,8 pada perdagangan Selasa (8/9), memperpanjang penurunan untuk sesi kedua berturut-turut. Tekanan terhadap greenback terutama datang dari penguatan yen Jepang, seiring pasar semakin memperkirakan pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif dari Bank of Japan dan berlanjutnya pembalikan strategi carry trade.
Yen kembali mendapat dukungan setelah investor meningkatkan ekspektasi bahwa BOJ akan menaikkan suku bunga bulan ini. Prospek bunga Jepang yang lebih tinggi membuat strategi meminjam yen berbiaya rendah untuk membeli aset berimbal hasil tinggi menjadi kurang menarik, sehingga mendorong penutupan posisi carry trade dan memperkuat mata uang Jepang.
Di Amerka Serikat, perhatian investor kini beralih ke data inflasi yang akan dirilis pekan ini. Pasar ingin melihat apakah tekanan harga masih cukup kuat untuk mendukung kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan pekan depan. Setelah data tenaga kerja Jumat lalu lebih kuat dari perkiraan, peluang kenaikan bunga sebesar 25 basis poin saat ini diperkirakan sekitar 60%.
Dolar juga menghadapi tekanan dari ekspektasi pengetatan kebijakan bank sentral lainnya. European Central Bank diperkirakan menaikkan suku bunga pekan ini, sehingga mengurangi keunggulan relatif dolar terhadap sejumlah mata uang utama. Kombinasi kebijakan BOJ dan ECB yang lebih hawkish membuat ruang penguatan greenback menjadi lebih terbatas.
Sementara itu, perkembangan konflik Amerika Serikat dan Iran tetap menjadi perhatian. Pertempuran terbaru mendorong harga minyak lebih tinggi dan menjaga risiko inflasi tetap tinggi. Kondisi ini dapat mendukung ekspektasi kebijakan moneter ketat di AS, tetapi pada saat yang sama meningkatkan volatilitas dan permintaan terhadap sejumlah mata uang safe haven.
Bias dolar dalam jangka pendek masih cenderung melemah selama indeks bertahan di bawah level 99 dan yen terus menguat. Data inflasi AS akan menjadi katalis utama berikutnya. CPI yang lebih panas berpotensi memicu rebound dolar karena memperbesar peluang kenaikan bunga The Fed, sementara inflasi yang lebih lunak dapat memperpanjang pelemahan greenback.