
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 bergerak melemah pada perdagangan sesi Asia, Selasa (8/9), turun sekitar 0,6% ke area 66.019. Pelemahan terjadi setelah indeks saham utama Jepang tersebut melonjak lebih dari 2% pada perdagangan sebelumnya, memicu aksi ambil untung terutama pada saham-saham yang sebelumnya memimpin reli.
Tekanan terlihat pada sektor elektronik, mesin, dan otomotif. Murata Manufacturing turun sekitar 4,1%, Mitsubishi Heavy Industries melemah 2,5%, sedangkan Toyota Motor kehilangan sekitar 2,3%. Koreksi tersebut membuat reli saham teknologi dan industri yang sebelumnya menopang Nikkei mulai kehilangan momentum.
Penguatan yen turut membebani pasar saham Jepang. Dolar AS turun hingga sekitar 153,80 yen, dibandingkan 155,69 yen pada penutupan perdagangan Tokyo sebelumnya. Yen yang lebih kuat cenderung menjadi sentimen negatif bagi perusahaan eksportir Jepang karena dapat mengurangi nilai pendapatan yang diperoleh dari luar negeri ketika dikonversikan ke mata uang domestik.
Di sisi domestik, ekonomi Jepang pada kuartal II direvisi tumbuh 1,4% secara tahunan, naik dari estimasi awal 1,1%. Perbaikan tersebut memperkuat pandangan bahwa Bank of Japan masih memiliki ruang untuk kembali menaikkan suku bunga, setelah sebelumnya membawa suku bunga kebijakan ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Ekspektasi pengetatan BOJ menjadi faktor tambahan yang menopang yen sekaligus membatasi ruang kenaikan saham.
Untuk perdagangan hari ini, pergerakan Nikkei berpotensi tetap volatil di sekitar level psikologis 66.000. Pasar akan mencermati pergerakan yen, harga minyak, perkembangan konflik Iran-AS serta ekspektasi kebijakan The Fed dan BOJ. Selama yen tetap kuat dan aksi ambil untung berlanjut, peluang Nikkei untuk kembali mengejar kenaikan besar seperti sesi sebelumnya masih relatif terbatas.(CP)