
Trending

eurusd
Sumber: Newsmaker.id
EUR/USD bergerak dalam tekanan pada perdagangan Senin, 21 September 2026, dengan euro menghadapi tantangan dari penguatan dolar AS setelah pasar kembali meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih ketat. Dolar sebelumnya menguat setelah The Fed menaikkan suku bunga dan memberikan sinyal bahwa perjuangan melawan inflasi masih berlanjut.
Tekanan terhadap euro semakin terlihat setelah beberapa pejabat The Fed, termasuk Austan Goolsbee, menekankan bahwa inflasi AS masih membutuhkan perhatian dan kebijakan moneter belum tentu dapat segera dilonggarkan. Investor kini mempertimbangkan kemungkinan suku bunga AS bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama, sehingga meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar.
Dari sisi Eropa, pasar masih mencermati arah kebijakan European Central Bank (ECB) setelah tekanan inflasi mulai mereda namun pertumbuhan ekonomi kawasan masih menjadi perhatian. Perbedaan arah kebijakan antara The Fed dan ECB menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan EUR/USD. Jika The Fed tetap hawkish sementara ECB lebih berhati-hati, selisih imbal hasil obligasi kedua kawasan dapat kembali mendukung dolar.
Ke depan, pergerakan EUR/USD akan bergantung pada data ekonomi AS, komentar pejabat The Fed berikutnya, serta perkembangan hubungan global seperti pertemuan Trump–Xi dan kondisi geopolitik Timur Tengah. Jika dolar kembali menguat akibat ekspektasi suku bunga tinggi, EUR/USD berpotensi menghadapi tekanan lanjutan. Namun apabila data ekonomi AS mulai melemah dan pasar kembali memperkirakan pelonggaran Fed, euro berpeluang mendapatkan ruang rebound.(CP)