
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Eropa bergerak menguat tipis pada Jumat(2/10) setelah sebelumnya merosot ke level terendah dalam tiga bulan. STOXX 600 naik 0,2%, sementara DAX Jerman, CAC 40 Prancis, dan FTSE 100 Inggris masing-masing menguat 0,2%. Meski demikian, STOXX 600 masih berada di jalur penurunan mingguan hampir 2%.
Tekanan terhadap pasar Eropa sebelumnya berasal dari aksi jual di pasar obligasi pemerintah kawasan dan meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Prancis. Yield obligasi pemerintah Prancis tenor 10 tahun melonjak ke level tertinggi sejak 2002, sementara spread dengan obligasi Jerman melebar di atas 140 basis poin, level terlebar sejak 2012.
Kondisi tersebut meningkatkan premi risiko terhadap aset Prancis dan turut memberikan tekanan terhadap euro. Investor kini mencermati kemampuan pemerintah Prancis mengendalikan defisit anggaran sekaligus menjaga kepercayaan pasar di tengah kebutuhan penerbitan obligasi yang tetap tinggi.
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada data inflasi Zona Euro September. Ekonom memperkirakan inflasi utama meningkat menjadi 3,6% dari 3,2% pada Agustus, terutama akibat kenaikan biaya energi yang dipengaruhi konflik di Timur Tengah. Jika tekanan harga kembali meningkat, ekspektasi terhadap kebijakan moneter Bank Sentral Eropa dapat ikut berubah.
Dari Amerika Serikat, fokus utama beralih ke laporan Nonfarm Payrolls (NFP) September. Data tenaga kerja yang kuat dapat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sekaligus mendorong kenaikan yield Treasury dan memberikan tekanan tambahan terhadap pasar obligasi global.
Dengan demikian, pergerakan bursa Eropa masih menghadapi sejumlah katalis penting dari sisi fiskal, inflasi, dan suku bunga. Investor akan mencermati data ekonomi AS dan Zona Euro serta perkembangan pasar obligasi untuk melihat apakah pemulihan saham Eropa dapat berlanjut atau kembali menghadapi tekanan.(gn)
Sumber: Newsmaker.id