
Trending

hang-seng
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Hong Kong ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (2/10), setelah kembali dibuka pascalibur National Day. Indeks Hang Seng merosot 649,08 poin atau 2,64% ke level 23.964,19, sementara Hang Seng China Enterprises Index turun sekitar 2,35% dan Hang Seng TECH Index melemah 2,45%. **
Tekanan terbesar datang dari lonjakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat. Yield Treasury AS tenor 10 tahun sempat menembus 5,3%, meningkatkan kekhawatiran bahwa suku bunga global akan bertahan tinggi lebih lama. Kondisi tersebut membuat aset berisiko seperti saham teknologi dan pertumbuhan menjadi lebih sensitif terhadap kenaikan biaya pendanaan.
Sektor teknologi, finansial, dan bioteknologi menjadi kelompok yang paling banyak mengalami tekanan. Saham Xiaomi turun 4,52%, Alibaba melemah 2,25%, Tencent turun 2,09%, sementara HSBC anjlok 4,87% dan Standard Chartered merosot 5,65%. Saham BeiGene bahkan turun sekitar 6,3%.
Sentimen pasar juga diperberat oleh tingginya harga minyak dan minimnya dukungan dari investor China daratan karena pasar mainland masih berada dalam periode libur. Aktivitas Stock Connect juga ditutup, sehingga likuiditas dari investor daratan tidak tersedia untuk membantu menopang pasar Hong Kong. Di saat yang sama, investor masih mencermati apakah stimulus ekonomi China mampu memberikan dorongan yang lebih kuat terhadap pertumbuhan.
Newsmaker melihat, penurunan Hang Seng hari ini menunjukkan kombinasi tekanan global dan faktor likuiditas domestik sedang memperbesar volatilitas pasar. Jika yield AS dan harga minyak tetap tinggi, saham teknologi Hong Kong berpotensi menghadapi tekanan lanjutan karena valuasinya sensitif terhadap suku bunga. Sebaliknya, penurunan yield, perbaikan likuiditas setelah pasar China kembali dibuka, atau stimulus Beijing yang lebih kuat dapat menjadi faktor yang membantu stabilisasi indeks.
Sumber: Newsmaker.id