
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 turun 0,87% pada penutupan perdagangan Jumat(2/10), dengan tekanan terbesar datang dari sektor Kertas & Pulp, Transportasi, dan Komunikasi. Aksi jual berlangsung cukup luas di Bursa Efek Tokyo, dengan 2.763 saham melemah, dibandingkan 759 saham yang menguat.
Tekanan cukup besar terlihat pada sejumlah saham utama. SoftBank Group anjlok 5,83%, Nissan Motor turun 4,97%, sementara Terumo melemah 4,59%. Nissan bahkan menyentuh level terendah dalam lima tahun, menunjukkan tekanan yang cukup kuat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Di sisi lain, beberapa saham berhasil bergerak positif. Resonac Holdings melonjak 8,71%, Furukawa Electric menguat 7,68%, dan BayCurrent naik 6,15%. Namun, penguatan tersebut belum mampu mengimbangi dominasi saham yang berada di zona merah.
Volatilitas pasar juga meningkat. Nikkei Volatility Index naik 4,99% menjadi 22,92, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor. Di pasar valuta asing, USD/JPY turun 0,14% ke 157,87, sedangkan EUR/JPY melemah tipis ke 177,68.
Pergerakan komoditas turut menjadi perhatian. WTI turun 1,36% menjadi US$91,61 per barel, sementara Brent melemah 0,98% ke US$101,31. Di sisi lain, kontrak emas Desember naik 0,19% menjadi US$4.210,34 per troy ounce, sementara indeks dolar berjangka turun 0,18% ke 101,70.
Dengan tekanan yang tersebar di berbagai sektor dan volatilitas yang meningkat, investor Jepang akan mencermati perkembangan harga minyak, pergerakan yen, serta sentimen pasar global. Arah yield obligasi dan prospek kebijakan moneter global juga tetap menjadi faktor penting bagi pergerakan saham Jepang dalam sesi berikutnya.(gn)
Sumber: Newsmaker.id