
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Eropa mengawali perdagangan Oktober dengan tekanan, seiring kekhawatiran terhadap inflasi yang dipicu kenaikan harga energi kembali membayangi sentimen investor. Proses perdamaian di Timur Tengah yang masih mengalami kebuntuan turut meningkatkan kehati-hatian pasar.
Indeks STOXX 600 turun 0,6%, sementara DAX Jerman dan CAC 40 Prancis masing-masing melemah 0,6%. Di London, FTSE 100 terkoreksi 1,1%, menunjukkan tekanan yang cukup luas di pasar saham Eropa.
Pergerakan tersebut terjadi meskipun data makroekonomi AS terbaru memberikan sedikit ruang positif bagi pasar global. Investor masih mempertimbangkan dampak harga energi yang tinggi terhadap inflasi dan kemungkinan kebijakan suku bunga tetap ketat lebih lama.
Kenaikan harga energi menjadi perhatian karena dapat meningkatkan biaya produksi dan konsumsi, sekaligus mempersempit ruang bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter. Kondisi ini turut menjaga volatilitas pasar obligasi dan meningkatkan kehati-hatian investor terhadap aset berisiko.
Di sisi geopolitik, ketidakpastian terkait konflik Timur Tengah masih menjadi katalis utama. Investor mencermati perkembangan pasokan energi dan negosiasi AS-Iran, terutama potensi dampaknya terhadap Selat Hormuz dan distribusi minyak global.
Memasuki kuartal IV 2026, arah pasar Eropa akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak, inflasi, yield obligasi, serta kebijakan bank sentral. Investor juga akan mencermati data ekonomi berikutnya untuk menilai apakah tekanan inflasi akan mereda atau kembali menjadi hambatan bagi pasar saham.