
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak mentah bergerak stabil pada perdagangan Kamis (01/10)setelah menguat pada sesi sebelumnya, seiring investor menilai keberlanjutan pemulihan aliran minyak dari kawasan Timur Tengah. Kontrak Brent untuk pengiriman Desember diperdagangkan di sekitar US$98 per barel setelah sebelumnya naik 1,9%, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$90 per barel.
Pemulihan pasokan mulai terlihat setelah aliran minyak mentah dari Timur Tengah mendekati level sebelum konflik. Goldman Sachs memperkirakan sekitar 23 juta barel minyak per hari keluar dari kawasan Timur Tengah dalam sepekan terakhir melalui Selat Hormuz maupun jalur ekspor alternatif seperti Laut Merah. Namun, pemulihan tersebut belum sepenuhnya terjadi pada pasokan produk bahan bakar, sehingga pasar masih menghadapi kondisi pasokan yang ketat.
Ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor utama yang membatasi penurunan harga lebih dalam. Amerika Serikat dan Iran belum mencapai kesepakatan jangka panjang yang dapat memastikan pembukaan penuh Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump juga mengatakan Amerika Serikat memiliki kendali penuh atas jalur strategis tersebut dan akan segera memberikan respons terhadap Iran.
Di sisi lain, kondisi pasar bahan bakar AS turut memberikan dukungan terhadap harga minyak. Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan distilat berada pada level musiman terendah yang pernah tercatat, sementara persediaan bensin di wilayah Midwest AS juga mencapai rekor terendah. Pasar turut mencermati kemungkinan pembatasan ekspor diesel oleh pemerintah AS yang berpotensi memengaruhi keseimbangan pasokan bahan bakar global.
Ke depan, arah harga minyak akan bergantung pada keberlanjutan pemulihan aliran minyak Timur Tengah dan perkembangan negosiasi AS-Iran. Jika pasokan terus meningkat dan risiko di Selat Hormuz mereda, tekanan terhadap harga dapat berkurang. Namun, apabila konflik kembali meningkat atau gangguan logistik berlanjut, premi risiko geopolitik berpotensi tetap menjaga harga minyak pada level tinggi. Brent Desember terakhir naik 0,2% ke US$98,21 per barel, sementara WTI November bergerak stabil di US$90,42 per barel.