
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) kembali menguat dan bergerak di atas US$4.187 per troy ounce pada perdagangan Kamis(1/10). Penguatan ini menunjukkan pemulihan setelah emas sebelumnya tertekan oleh kenaikan yield Treasury dan dolar AS. Pasar kini mulai mencerna dampak data PCE AS yang lebih rendah dari perkiraan terhadap prospek kebijakan Federal Reserve (The Fed).
Data PCE yang dirilis sebelumnya menunjukkan inflasi AS meningkat lebih rendah dari ekspektasi, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober ikut menurun. Namun, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember sekitar 87%, sehingga tekanan dari kebijakan moneter ketat belum sepenuhnya hilang.
Pergerakan yield Treasury dan dolar AS menjadi faktor penting bagi emas. Jika yield kembali naik dan dolar menguat, ruang penguatan XAU/USD dapat kembali terbatas. Sebaliknya, penurunan yield dan pelemahan dolar dapat memberikan dukungan tambahan bagi logam mulia untuk mempertahankan momentum rebound.
Fokus utama investor kini beralih ke laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS September yang akan dirilis Jumat. Data tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan dapat meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed masih akan mempertahankan kebijakan ketat, sementara data yang lebih lemah berpotensi mendorong pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga.
Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik juga masih menjadi perhatian. Iran pada Rabu menyatakan telah menerima respons AS terkait proposal untuk menghidupkan kembali gencatan senjata di kawasan Teluk. Perkembangan diplomasi tersebut dapat memengaruhi sentimen safe haven dan pergerakan harga emas.
Dengan XAU/USD yang kembali berada di atas US$4.187, pasar akan mencermati apakah momentum pemulihan dapat bertahan hingga menjelang NFP. Pergerakan dolar, yield Treasury, dan data tenaga kerja AS akan menjadi faktor utama yang menentukan arah emas berikutnya.(gn)
Sumber: Newsmaker.id