
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) kembali melemah pada perdagangan Kamis (1/10) setelah gagal mempertahankan penguatan di sekitar US$4.200 per troy ounce. Tekanan muncul ketika dolar AS tetap kuat dan yield Treasury melanjutkan kenaikan ke level tertinggi multi-tahun, sehingga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Data inflasi AS sebenarnya memberikan sedikit ruang bagi emas. Personal Consumption Expenditures (PCE) Agustus naik 3,4% secara tahunan, lebih rendah dari perkiraan 3,7%, sementara Core PCE bertahan di 3,0% dan juga berada di bawah ekspektasi. Data tersebut, ditambah komentar Presiden New York Fed John Williams yang lebih berhati-hati, menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober.
Namun, rincian inflasi masih menunjukkan tekanan yang belum sepenuhnya mereda. Societe Generale menilai pelemahan inflasi barang menutupi kembali menguatnya inflasi jasa dan super-core. Pada saat yang sama, revisi pertumbuhan ekonomi AS kuartal II menjadi 2,2% secara tahunan dari sebelumnya 1,5% menunjukkan ekonomi masih memiliki momentum yang cukup kuat.
Kondisi tersebut membuat pasar belum menutup peluang pengetatan lanjutan. Pelaku pasar masih memperkirakan peluang tinggi bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Kenaikan harga energi juga menjadi risiko tambahan karena berpotensi menjaga tekanan inflasi tetap tinggi dan mempertahankan yield obligasi pada level tinggi.
Dari sisi geopolitik, ketegangan AS–Iran tetap menjadi perhatian setelah upaya diplomasi dilaporkan belum menghasilkan terobosan. Ketidakpastian mengenai konflik dan Selat Hormuz menjaga premi risiko global tetap tinggi. Namun, dalam kondisi saat ini, arus safe haven justru lebih banyak menopang dolar AS sehingga membatasi kemampuan emas untuk mendapatkan keuntungan dari ketegangan geopolitik.
Analisis Newsmaker: Tekanan terhadap emas saat ini datang dari kombinasi yield Treasury tinggi, dolar AS kuat, pertumbuhan ekonomi yang masih solid, dan peluang kenaikan bunga akhir tahun. Fokus berikutnya tertuju pada Initial Jobless Claims, ISM Manufacturing PMI, komentar pejabat The Fed, serta terutama Non-Farm Payrolls Jumat. Data tenaga kerja yang kuat berpotensi memperbesar tekanan terhadap emas, sementara hasil yang lebih lemah dapat membuka ruang pemulihan XAU/USD. (asd)