
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak bergerak menguat pada perdagangan Kamis (1/10) di tengah ketidakpastian upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Di saat yang sama, pasar juga mencermati tanda-tanda pemulihan aliran minyak mentah dari kawasan Teluk yang berpotensi meningkatkan pasokan global.
Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Desember naik sekitar 2,0% menjadi US$100,03 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 2,2% ke US$92,37 per barel. Kontrak Brent bulan terdepan yang berakhir pada Rabu sebelumnya ditutup di level US$103,50 per barel.
Sepanjang September, Brent membukukan kenaikan sekitar 14%, menjadi penguatan bulanan terbesar sejak Juli, sementara WTI naik sekitar 5%. Kenaikan tersebut terjadi di tengah tingginya premi risiko geopolitik akibat konflik Timur Tengah dan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi dari kawasan tersebut.
Di sisi pasokan, data Kpler menunjukkan ekspor minyak mentah Timur Tengah mencapai 16,328 juta barel per hari pada September, level tertinggi sejak konflik dimulai pada Februari. Saudi Arabia juga kembali melakukan pemuatan kapal tanker dari Pelabuhan Yanbu di Laut Merah setelah mengaktifkan kembali jaringan pipa timur-barat yang melintasi negara tersebut.
Meski demikian, pasokan regional belum sepenuhnya pulih. Ekspor minyak Timur Tengah pada September masih sekitar 3,2 juta barel per hari lebih rendah dibandingkan level Februari. Kondisi ini membuat pasar minyak tetap rentan terhadap gangguan baru yang dapat kembali memperketat pasokan global.
Perkembangan diplomatik turut menjadi perhatian investor. Iran mengatakan telah menerima respons dari Amerika Serikat terhadap proposal terbaru mengenai pemulihan gencatan senjata. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menolak proposal yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai imbalan atas pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran. Ketidakpastian hasil perundingan tersebut diperkirakan tetap menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga minyak dalam waktu dekat.
Sumber: Newsmaker.id