
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Eropa berbalik melemah pada perdagangan Rabu (30/9) setelah sempat bergerak positif di awal sesi. Indeks pan-Eropa STOXX 600 turun sekitar 0,5%, setelah sebelumnya sempat menguat 0,7% menuju level tertinggi dalam sepekan. DAX Jerman dan FTSE 100 Inggris juga kehilangan kenaikan intraday dan bergerak relatif datar.
Tekanan terhadap pasar meningkat setelah data awal inflasi menunjukkan kenaikan harga konsumen yang lebih cepat dari perkiraan di sejumlah ekonomi utama Zona Euro. Jerman, Prancis, Spanyol, dan Italia mencatat peningkatan tekanan inflasi pada September, terutama akibat kenaikan biaya energi yang berkaitan dengan ketegangan di Timur Tengah.
Lonjakan inflasi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa European Central Bank (ECB) dapat kembali mempertimbangkan kenaikan suku bunga untuk mencegah tekanan harga bertahan lebih lama. Investor kini menunggu data CPI Zona Euro pada Jumat, dengan inflasi utama diperkirakan meningkat menjadi 3,6% dari 3,2% pada Agustus.
Di Amerika Serikat, sentimen sedikit mendapat dukungan setelah data Personal Consumption Expenditures (PCE) Agustus keluar lebih rendah dari perkiraan. Data tersebut mendorong yield Treasury AS turun dan mengurangi sebagian kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.
Meski demikian, pasar saham Eropa masih menghadapi tekanan besar sepanjang September. STOXX 600 berada di jalur penurunan hampir 2% secara bulanan, yang berpotensi menjadi pelemahan bulanan pertama dalam enam bulan. Lonjakan yield obligasi pemerintah, tingginya biaya energi, dan tekanan valuasi pada sektor teknologi menjadi faktor utama yang membatasi pasar.
Dari sisi saham individual, Greggs melonjak 6,3% setelah meningkatkan proyeksi laba tahunannya. Sebaliknya, Tullow Oil anjlok hampir 50% setelah kalah dalam sengketa pajak senilai US$196,5 juta dengan Ghana.
Analisis Newsmaker:
Bursa Eropa saat ini menghadapi tekanan dari kombinasi inflasi yang kembali meningkat dan risiko kebijakan ECB yang lebih ketat. Meski PCE AS yang lebih lunak membantu meredakan tekanan global terhadap yield, arah pasar Eropa selanjutnya akan sangat bergantung pada data inflasi Zona Euro. Jika CPI kembali melampaui ekspektasi, kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga dapat kembali menekan saham-saham kawasan.
Sumber: Newsmaker.id