
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) bergerak volatil pada perdagangan Rabu (30/9) setelah data inflasi Amerika Serikat yang lebih lunak meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Spot gold bergerak di sekitar US$4.161,34 per troy ounce, setelah sempat berayun antara penguatan dan pelemahan sepanjang sesi.
Sentimen emas membaik setelah Core PCE AS naik 0,2% pada Agustus, lebih rendah dari perkiraan pasar. Data bulan sebelumnya juga direvisi turun, memberikan indikasi bahwa tekanan inflasi mulai sedikit mereda dan mengurangi kebutuhan The Fed untuk segera kembali menaikkan suku bunga.
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya berada di sekitar 40%. Penurunan probabilitas tersebut memberikan dukungan terhadap emas karena suku bunga yang lebih rendah dapat mengurangi biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil.
Namun, kenaikan emas masih dibatasi oleh imbal hasil obligasi AS yang tetap tinggi. Yield global melonjak sepanjang September akibat kekhawatiran terhadap utang pemerintah, defisit fiskal, serta prospek suku bunga tinggi lebih lama, sehingga tetap menjadi tekanan bagi logam mulia.
Secara bulanan, emas berada di jalur penurunan lebih dari 6% pada September, yang berpotensi menjadi performa bulanan terburuk sejak Juni. Tekanan muncul setelah The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023 dan tetap membuka peluang pengetatan tambahan apabila inflasi kembali meningkat.
Analisis Newsmaker :
Fokus pasar berikutnya bergeser ke laporan tenaga kerja AS pada Jumat. Data pekerjaan yang lebih lemah dapat kembali menekan yield dan dolar sehingga memberikan ruang bagi emas untuk rebound. Sebaliknya, pasar tenaga kerja yang tetap kuat dapat menghidupkan kembali ekspektasi kenaikan bunga dan meningkatkan tekanan terhadap XAU/USD.
Sumber: Newsmaker.id