
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak kembali melemah pada perdagangan Senin (5/10) setelah meningkatnya pasokan dari Timur Tengah dan rencana pelepasan cadangan minyak oleh negara-negara G7 meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global. Brent turun sekitar 1,9%, sementara WTI melemah sekitar 1,8%. Tekanan tersebut membuat sebagian besar kenaikan minyak pada pekan sebelumnya mulai terhapus.
Salah satu faktor utama datang dari keputusan G7 untuk melepas hingga 100 juta barel minyak mentah dan diesel dari cadangan darurat. Langkah ini dilakukan setelah tekanan terhadap pasokan energi meningkat akibat konflik di Timur Tengah. Selain menambah pasokan, negara-negara G7 juga berkomitmen menghindari pembatasan ekspor energi, sehingga kekhawatiran terhadap potensi kelangkaan bahan bakar global mulai berkurang.
Di saat yang sama, ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah mulai menunjukkan pemulihan. Data pengiriman menunjukkan ekspor minyak mentah kawasan tersebut bahkan berada di atas level sebelum perang selama empat dari tujuh hari pada pekan terakhir September. Pemulihan ekspor Arab Saudi juga menjadi perhatian pasar, meskipun sebagian pengiriman masih harus melalui rute yang lebih mahal dan kurang efisien akibat gangguan keamanan di kawasan.
Namun, tekanan terhadap minyak belum sepenuhnya hilang. Kelompok Houthi mengklaim meluncurkan rudal balistik dan drone ke fasilitas Saudi Aramco di Riyadh dan wilayah Khurais setelah serangkaian serangan udara yang dilakukan koalisi pimpinan Saudi di Yaman. Klaim tersebut belum dikonfirmasi oleh pemerintah Arab Saudi. Jika konflik kembali meluas dan mengganggu fasilitas produksi maupun jalur pelayaran, premi risiko geopolitik pada minyak dapat kembali meningkat.
Newsmaker melihat, arah minyak dalam jangka pendek cenderung menghadapi tekanan karena pasar mulai mendapatkan tambahan pasokan dari beberapa sumber. Namun, penurunan harga berpotensi terbatas selama risiko terhadap infrastruktur energi dan jalur pelayaran di Timur Tengah masih tinggi. Fokus pasar berikutnya akan tertuju pada perkembangan konflik Yaman, keamanan Selat Hormuz, serta seberapa cepat cadangan G7 benar-benar masuk ke pasar.
Sumber: Newsmaker.id