
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Dolar Amerika Serikat bertahan di sekitar level tertinggi sejak April 2025 pada awal perdagangan pekan ini, saat berita ini ditulis DXY bergerak di area 101. Meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve mulai berkurang. Laporan Nonfarm Payrolls September menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 29.000 pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi 90.000. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%, sementara pertumbuhan upah tahunan melambat menjadi 3%, terendah sejak 2021.
Data tersebut membuat pasar memangkas taruhan terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober. Peluang bank sentral mempertahankan suku bunga kini mendekati 80%, sementara ekspektasi kenaikan pada Desember masih berada di sekitar 69%. Secara teori, kondisi ini seharusnya mengurangi daya tarik dolar karena prospek suku bunga yang lebih rendah. Namun, pasar masih melihat AS memiliki keunggulan dibandingkan sejumlah ekonomi besar lainnya.
Salah satu penopang utama dolar berasal dari pelemahan euro. Kekhawatiran terhadap meningkatnya utang pemerintah dan kebuntuan politik di Prancis membuat investor mengurangi eksposur terhadap mata uang tunggal tersebut. Tekanan fiskal Eropa menjadi semakin penting karena pasar juga menghadapi kenaikan harga energi yang berpotensi memperburuk inflasi dan mempersulit kebijakan Bank Sentral Eropa.
Di sisi lain, pasar masih mencermati kondisi Treasury AS. Yield yang tetap tinggi membuat aset berbasis dolar relatif menarik meskipun peluang rate hike Oktober menurun. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa pasar tidak hanya memperhatikan keputusan suku bunga The Fed, tetapi juga risiko inflasi, kebutuhan pembiayaan pemerintah AS, dan kondisi pasar obligasi global.
Pelemahan pasar tenaga kerja AS belum cukup untuk membalikkan tren dolar. Selama yield Treasury tetap tinggi dan euro menghadapi tekanan fiskal serta politik, USD masih memiliki fondasi kuat. Namun, jika data ekonomi AS berikutnya kembali menunjukkan perlambatan dan yield mulai turun, dolar berpotensi kehilangan momentum. Pasar kini akan menunggu FOMC Minutes untuk mencari petunjuk mengenai langkah The Fed selanjutnya.