
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Emas mulai bergerak menguat pada awal perdagangan Senin (5/10) setelah sebelumnya mencatat penurunan mingguan terbesar sejak Juni. Investor kembali mempertimbangkan dampak perlambatan pasar tenaga kerja Amerika Serikat terhadap arah kebijakan Federal Reserve. NFP September hanya bertambah 29.000 pekerjaan, jauh di bawah perkiraan, sehingga tekanan terhadap The Fed untuk segera menaikkan suku bunga mulai berkurang.
Data tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober turun tajam. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan hanya sekitar 20%, dibandingkan sekitar 70% pada pekan sebelumnya. Secara fundamental, kondisi ini memberikan ruang bagi emas karena suku bunga yang lebih rendah mengurangi opportunity cost memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Namun, pemulihan emas masih menghadapi sejumlah hambatan. Yield Treasury AS tetap tinggi setelah mengalami tekanan jual dalam beberapa pekan terakhir. Di saat yang sama, konflik di Timur Tengah kembali mendorong kekhawatiran terhadap pasokan energi setelah Yaman melancarkan operasi untuk merebut wilayah yang dikuasai Houthi. Kenaikan risiko energi dapat kembali meningkatkan inflasi dan membuat The Fed mempertahankan sikap ketat.
Dolar AS juga menjadi perhatian setelah mencatat penguatan selama tiga pekan berturut-turut. Jika dolar dan yield kembali menguat, emas berpotensi menghadapi tekanan meskipun ekspektasi rate hike Oktober telah menurun. Investor kini membutuhkan konfirmasi tambahan apakah pelemahan pasar tenaga kerja cukup kuat untuk mengubah arah kebijakan moneter atau hanya menjadi faktor sementara.
Fokus pasar emas pekan ini akan tertuju pada FOMC Minutes yang dirilis pertengahan pekan. Risalah tersebut akan memberikan gambaran mengenai perdebatan para pejabat The Fed terkait inflasi dan pasar tenaga kerja. Jika nada minutes lebih dovish, emas berpeluang melanjutkan rebound. Sebaliknya, kekhawatiran terhadap inflasi dan yield tinggi dapat kembali membatasi penguatan emas.