
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar AS bergerak stabil di sekitar level 101.7 pada perdagangan Rabu (7/10), setelah sebelumnya mengalami tekanan. Investor kini menunggu risalah rapat terbaru Federal Reserve atau FOMC Minutes untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga berikutnya. Perhatian pasar semakin besar karena sejumlah data ekonomi AS terbaru menunjukkan tanda-tanda perlambatan.
Data inflasi PCE dan pasar tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober terus menurun. Pasar kini memperkirakan hampir 80% peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini. Kondisi tersebut seharusnya menjadi tekanan bagi dolar karena berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga mengurangi daya tarik aset berdenominasi dolar.
Namun, pergerakan dolar masih mendapatkan dukungan dari ketidakpastian di pasar obligasi. Aksi jual Treasury sebelumnya mendorong yield ke level tinggi akibat kekhawatiran terhadap inflasi yang belum sepenuhnya mereda, risiko fiskal Amerika Serikat, serta meningkatnya penerbitan utang perusahaan untuk membiayai investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Yield yang tinggi masih menjadi salah satu faktor yang menjaga daya tarik dolar.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak kembali menjadi perhatian. Intensifikasi serangan Iran terhadap kapal tanker di Selat Hormuz serta konflik antara pasukan Saudi dan kelompok Houthi meningkatkan risiko gangguan pasokan energi. Jika harga minyak terus naik, tekanan inflasi dapat kembali meningkat dan berpotensi membuat The Fed lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneternya.