
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 kembali melemah pada perdagangan Kamis (8/10), turun sekitar 1,1% ke bawah level 69.300, sementara indeks Topix terkoreksi 1,3% ke sekitar 4.100. Pelemahan tersebut memperpanjang penurunan untuk sesi kedua berturut-turut setelah aksi jual di Wall Street membuat investor kembali berhati-hati. Kenaikan yield obligasi global ke level tertinggi dalam beberapa dekade menjadi salah satu faktor utama yang menekan sentimen terhadap saham.
Tekanan semakin besar setelah FOMC Minutes menunjukkan bahwa seluruh 19 pejabat Federal Reserve mendukung kenaikan suku bunga pada September. Mayoritas pejabat juga menilai kenaikan tambahan kemungkinan masih diperlukan hingga akhir tahun untuk menjaga tekanan inflasi tetap terkendali. Kondisi ini mendorong pasar kembali memperhitungkan risiko suku bunga AS yang lebih tinggi dan lebih lama.
Kenaikan yield Treasury menjadi perhatian khusus bagi saham Jepang, terutama sektor teknologi yang memiliki valuasi tinggi dan lebih sensitif terhadap perubahan biaya pendanaan. Saham Advantest turun 1,12%, sementara SoftBank Group merosot 3%. Sektor keuangan juga ikut tertekan, dengan Mitsubishi UFJ melemah 1,8%. Kenaikan harga minyak turut memperburuk sentimen karena berpotensi menjaga tekanan inflasi global tetap tinggi.
Di tengah tekanan pasar, tidak seluruh saham bergerak negatif. Kioxia Holdings justru menguat 2,9% setelah Japan Exchange Group mengumumkan peningkatan bobot free-float saham perusahaan tersebut menjadi 50% dari sebelumnya 15% dalam evaluasi berkala terbaru. Perubahan bobot tersebut berpotensi meningkatkan permintaan dari investor yang mengikuti indeks dan memberikan katalis positif bagi saham produsen memori tersebut.